Seorang Wanita Tamatan Sarjana Diadili Kasus Sabu

WOL Photo
Iklan

MEDAN, Waspada.co.id – Seorang wanita tamatan sarjana (S-1) disidangkan dalam kasus sabu seberat 17 gram di Ruang Cakra 3 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (12/8).

Terdakwa Fenny Puspita alias Peni (37) warga Komplek Lapangan No.15 Desa Sampali, Kecamatan Percut Seituan, Kabupaten Deliserdang disidangkan bersama Dedi Ermansyah alias Dedidot (berkas terpisah) dan Muhammad Fadil alias Fadil (telah dihukum).

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Anwar Ketaren dalam berkas dakwaannya menyebutkan, kasus ini berawal pada tanggal 1 Februari 2020 sekira pukul 15.00 WIB.

Terdakwa Peni didatangi oleh seseorang dengan maksud untuk memesan sabu dengan harga Rp11.500.000. Lalu Peni menghubungi Hasbullah alias Lian (DPO) dengan mengatakan harganya Rp600.000 per gram sehingga disepakati mendapat 17 gram.

“Kemudian Lian menyuruh Peni agar menjumpai Dedidot di Pos Siskamling Jalan Bilal Gang Sentosa Kel Pulo Brayan Darat I, Kec Medan Timur. Setelah bertemu, lalu Dedidot mengatakan kepada Peni dan calon pembeli untuk menunggu sebentar,” ucap jaksa di depan Ketua Majelis Hakim, Riana Pohan.

iklan

Jaksa melanjutkan, kemudian Dedidot menghitung jumlah uang yang dibawa calon pembeli. Setelah uang selesai dihitung, selanjutnya Dedidot menghubungi Lian dengan mengatakan “Om, ini uangnya sudah klop, aku sudah liat” dan Lian mengatakan agar sabar menunggu.

“Setelah beberapa menit kemudian datanglah Fadil membawa 2 bungkus sabu yang telah dipesan. Saat transaksi berlangsung, petugas polisi dari Polda Sumut melakukan penangkapan. Peni dan teman-temannya tidak tahu jika yang membeli sabu itu adalah petugas polisi yang melakukan penyamaran,” jelas jaksa.

Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana Pasal 114 ayat (2) Sub Pasal 112 ayat (2) Jo. Pasal 132 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.(wol/ryan/data3)

Editor: SASTROY BANGUN

Iklan