Ringankan Tugas Tenaga Medis, Sanksi Perwal 27/2020 Harus Tegas

Anggota Komisi II DPRD Medan Surianto SH, (WOL Photo)
Iklan

MEDAN, Waspada.co.id – Anggota Komisi II DPRD Medan Surianto SH, meminta Dinas Kesehatan Medan maupun Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kota Medan lebih serius lagi mensosialisasikan Perwal 27/2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru yang isinya menekankan pentingnya menerapkan protokol kesehatan. Pasalnya akhir-akhir ini semakin banyak tenaga medis yang menjadi korban keganasan wabah Corona.

“Padahal tenaga medis kita itu adalah garda terdepan dari pencegahan penyebaran virus yang belum ada obatnya. Masyarakat harus disadarkan betapa pentingnya menerapkan protokol kesehatan. Kalau masyarakat sudah sadar, tugas-tugas tenaga medis kita semakin mudah,” ungkapnya kepada Waspada Online, Rabu (5/8).

Dikatakan, di sejumlah negara maju sudah memasuki gelombang kedua penyebaran Covid-19. Jangan sampai hal itu terjadi di Indonesia khususnya Kota Medan, akibat dari ketidakpedulian masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan di setiap kegiatan.

“Sejak dibukanya beberapa sektor usaha, banyak masyarakat menganggap keadaan sudah normal. Padahal kita tahu, penyebaran Covid-19 ini bisa dari mana saja dan kepada siapa saja. Jadi nggak bisa dianggap enteng virus ini. Harus benar-benar serius pencegahannya. Harus ada sanksi tegas bagi pelanggar Perwal 27/2020 itu, bukan hanya sekedar imbauan,” ujarnya.

Pada berita sebelumnya, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Medan menyebut sedikitnya sudah 10 orang dokter ahli di Sumatera Utara yang meninggal dunia karena terjangkit Virus Corona dan 6 di antaranya di Medan.

iklan

Berikut nama-nama dokter yang menjadi korban keganasan Covid-19:
1. dr Ahmad Rasyidi Siregar Sp.B
2. dr Ucok Martin SpP
3. dr Irsan Nofi Hardi Nara Lubis SpS
4. dr Anna Mari Ulina Bukit
5. dr Aldreyn Asman Aboet SpAN, KIC
6. dr Andika Kesuma Putra, SpP (K)
7. dr Herwanto SpB (IDI Kisaran)
8. dr Maya Norismal Pasaribu (IDI Labuhanbatu Utara)
9. dr M Hatta Lubis SpPD (IDI Padang Sidimpuan)
10. dr H Muhammad Arifin Sinaga MAP (IDI Langkat)
(wol/mrz/data3)

Editor: SASTROY BANGUN

Iklan