Poldasu Tembak Mati Bandar Narkoba, Sabu 123 Kg dan Ekstasi 50 Ribu Butir Disita

WOL Photo
Iklan

MEDAN, Waspada.co.id – Tim Dit Res Narkoba Polda Sumut berhasil mengungkap peredaran narkoba jaringan Medan-Jakarta dalam penyelidikan selama lebih kurang dua bulan.

Dalam pengungkapan itu, petugas mengamankan tiga tersangka bernama Daniel Edi Jonannes alias Dani, Hans Wijaya, dan Sugiarto alias Aliung. Bahkan, terhadap tersangka Sugiarto terpaksa ditembak mati karena melukai petugas saat diamankan.

Kapolda Sumut, Irjen Pol Martuani Sormin, Selasa (18/8), mengatakan pengungkapan jaringan peredaran narkoba Medan-Jakarta ini atas laporan dari masyarakat sejak dua bulan lalu.

“Dari laporan warga itu Tim Dit Res Narkoba langsung melakukan penyelidikan dengan menangkap tersangka Daniel Edi Jonannes dengan barang bukti 23 kg sabu pada Jumat 19 Juni 2020 di Kota Medan,” katanya didampingi Dir Res Narkoba Poldasu Kombes Pol Robert Da Costa dan Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja.

Lebih lanjut, Martuani menerangkan dari penangkapan tersangka Daniel dilakukan pengembangan di Jakarta karena masih ada dua orang bandar lainnya terlibat peredaran narkoba tersebut.

iklan

“Tepatnya pada 15 Agustus 2020 personil berhasil menangkap tersangka Hans Wijaya di Jalan Kali Baru, Barat 7, Jakarta dengan barang bukti 50 kg sabu serta 25 ribu pil ekstasi dan tersangka Sugiarto alias Aliung ditangkap di Jalan Raya Cilincing Kalibaru, Jakarta, dengan barang bukti 50 kg sabu serta 25 ribu pil ekstasi,” terangnya.

Martuani mengungkapkan, dari ke tiga tersangka yang diamankan jumlah keseluruhan barang bukti narkoba yang dapat disita sebanyak 50 ribu butir ekstasi dan 123 kg sabu.

“Namun terhadap tersangka Sugiarto terpaksa diberikan tindakan tegas terukur dan meninggal dunia di RS Bhayangkara karena melukai petugas saat dilakukan pengembangan di Kawasan Industri Medan (KIM) 3,” tegasnya.

“Untuk mempertanggujawabkan perbuatannya ke dua tersangka Daniel dan Has Wijaya dikenakan pasal tentang narkotika dengan ancaman 20 tahun penjara atau hukuman mati,” pungkasnya.(wol/lvz/data2)

Editor: SASTROY BANGUN

Iklan