Perubahan Perilaku Sumber Daya Manusia yang Produktif di Era New Normal

Iklan

Oleh:

Dr. Elisabet Siahaan, SE, M.Ec

Waspada.co.id – Awal Juni 2020 Pemerintah menerapkan fase New Normal, dengan melonggarkan pembatasan sosial. Tujuannya untuk memulihkan ekonomi setelah sekitar tiga bulan pemerintah mengeluarkan kebijakan pembatasan sosial, tinggal dan beraktifitas di rumah, yang bertujuan untuk memutus rantai penyebaran virus Covid-19. Diharapkan pada fase new normal ini, kita semua harus produktif dan semangat melakukan aktivitas ekonomi meskipun pandemi Covid-19 ini tetap ada dan cenderung meningkat sampai saat ini.

Diperkirakan oleh WHO dan para ahli bahwa Covid-19 tidak akan hilang dari permukaan bumi, tetap ada meskipun vaksin nya akan ditemukan. Virus Corona ini pun diperkirakan oleh WHO dan para ahli tidak akan dapat dikendalikan. Virus Corona ini akan menjadi endemis yang tetap akan ada dan tetap akan berada di sekitar kita.

Keberadaan Covid-19 ini akan sama dengan penyakit DBD, penyakit demam berdarah,Hepatitis B dan C, flu, cacar air, TBC, dan sebagainya yang tetap ada disekitar kita. Oleh karena itu kita harus saling bekerja sama dengan tetap bersama-sama menerapkan protokol kesehatan di dalam kehidupan sehari-hari dan menjaga daya tahan tubuh.

iklan

Apakah new normal? New normal dalam bahasa Indonesia artinya adalah kenormalan baru. Kenormalan baru merupakan keadaan normal yang baru yang belum ada sebelumnya. New normal adalah keadaan beradaptasi terhadap lingkungan dalam bentuk perilaku gaya hidup dan cara kerja dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan agar masyarakat Indonesia tetap produktif, tetap melakukan aktivitas ekonomi, tetap sehat, dan terhindar dari virus Covid-19.

Kalau kita membahas kenormalan baru, banyak sekali hal-hal yang sebelumnya kita rasa tidak normal tetapi di era new normal ini menjadi sesuatu yang normal. Seperti misalnya sebelum era new normal, memakai masker di tempat umum adalah sesuatu yang aneh, sekarang di era kenormalan baru memakai masker adalah suatu keharusan, bila tidak memakai masker di tempat umum menjadi sesuatu yang aneh.

Bekerja biasanya harus di kantor dan sekolah atau di kampus, rapat dan pelatihan pun harus bertemu ditempat yang disepaki tetapi sekarang di era kenormalan baru bekerja, belajar dan rapat tidak lagi dilakukan di kantor, sekolah, kampus tetapi dilakukan di rumah secara daring.

Sebelumnya masyarakat Indonesia setiap bertemu selalu bersalaman, tetapi di era kenormalan baru ini bersalaman adalah sesuatu yang tidak boleh dilakukan. Sebelumnya berkumpul adalah sesuatu yang biasa dan normal, tetapi di era kenormalan yang baru ini, berkumpul adalah hal yang harus dihindari dan dirasa aneh. Dulu, ngobrol makin dekat makin akrab dan menunjukkan keseriusan, akan tetapi di era new normal ini jarak ngobrol minimal 1 meter, makin jauh makin bagus.

Dari penjelasan di atas dapat kita simpulkan bahwa perilaku, gaya hidup, metode kerja di era new normal tidak akan sama dengan sebelum kehadiran Covid-19. Sehingga kita harus merubah perilaku, cara hidup, cara kerja, dan cara berpikir kita di era new normal. Kita harus mau berubah, kita harus beradaptasi dengan perilaku yang dibutuhkan di era new normal ini agar kita sehat, panjang umur, dan produktif.

Apakah Produktif itu? Produktif adalah melakukan banyak hal positif yang bermanfaat bagi perusahaan, bagi sekitar kita dan bagi diri sendiri dengan sumber daya yang terbatas seperti waktu yang terbatas, bahan baku dan dengan tenaga yang terbatas. Produktivitas itu tidak diukur dari banyaknya sumber daya yang habis dan lama jam kerja yang dihabiskan tapi dari seberapa bermanfaat hasil karya kita, seberapa besar dampak pekerjaan kita tersebut bagi kemajuan perusahaan, bagi lingkungan kita dan bagi kemajuan diri kita pribadi.

Oleh karena itu bekerja harus dengan hikmat, cerdas, dengan perencanaan, dan dengan tujuan yang jelas sehingga kita mampu menjadi orang yang produktif.

Kehadiran pandemi Covid-19 ini membuat banyak kecemasan, kerugian, dan ketakutan. Covid-19 ini telah menjangkiti lebih dari 220 negara di dunia. Per tanggal 12 Agustus 2020 sebanyak 20.5 Juta Kasus, 746 Ribu Meninggal, dan Indonesia Urutan 23. Kondisi ini membuat kita harus mampu beradaptasi dan mengubah cara hidup, gaya hidup dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Kebijakan penerapan new normal yang ditetapkan pemerintah harus kita semua patuhi dengan cara pandang yang positif, pikiran yang kritis dan perilaku yang produktif. Kita harus dapat keluar dari zona nyaman dan berpindah ke zona yang membuat kita menjadi bertumbuh, berdampak dan produktif. Mari kita lakukan perubahan, baik itu perubahan cara pandang, perubahan gaya hidup, dan perubahan perilaku kerja agar kita tetap produktif dan terhindar dari Covid-19 di era new normal ini.

Perubahan perilaku yang terjadi di new era yang membuat kita menjadi individu yang produktif dan terhindar dari penularan Covid-19 adalah sebagai berikut:Pertama, tetap menerapkan Protokol kesehatan dengan disiplin dan kesadaran yang tinggi. Secara bersama menaati protokol kesehatan. Kita akan produktif bila kita sehat dan terhindar dari penyebaran virus Covid-19. Oleh karena itu selalulah patuhi protokol kesehatan dimana pun dan kapan pun.

Perubahan perilaku kerja yang produktif dan terhindari dari Covid-19 yang kedua adalah selalu bekerja dengan menggunakan komputer, laptop, smart phone, headset. Semua ini adalah sarana dan alat yang membuat kita semakin produktif dalam bekerja dan terhindar dari Covid-19. Karena dengan sarana ini kita bisa melakukan segala tugas, kerja kita dengan cepat terutama apabila sarana ini terhubung dengan internet.

Perubahan perilaku kerja yang produktif dan terhindari dari Covid-19 yang ketiga adalah tetap terhubung dengan internet dan telepon sebagai alat komunikasi. Sehingga bila atasan dan rekan kerja menelepon atau bertanya via daring seperti email, whatsapp kita bisa segera memberikan respon.

Dengan terhubung dengan internet, pekerjaan-pekerjaan kita menjadi lebih mudah dan lebih cepat selesai, mempermudah kita mendapatkan pengetahuan dan wawasan yang dibutuhkan, lebih efektif dan efisien dalam mengirim dan menerima file dan tugas serta paperless, waktu pengerjaan yang lebih singkat dan hasil kerja lebih bagus, internet juga merupakan alat bantu berjualan yang paling efektif dan efisien terutama di era new normal seperti sekarang ini.

Perubahan perilaku kerja produktif dan terhindar dari Covid-19 yang keempat adalah bekerja dari rumah. Pada kondisi new era saat ini bekerja dari rumah adalah hal yang biasa dilakukan dan yang sebaiknya dilakukan untuk menghindari tertular Covid-19. Sebelum kehadiran Covid-19 bekerja harus di kantor dan belajar harus di sekolah dan di kampus. Bekerja dari rumah akan lebih aman karena kemungkinan sangat rendah terkena penularan Covid-19.

Bekerja dari rumah akan lebih produktif bila terhubung dengan jaringan internet. Bekerja di rumah lebih produktif karena waktu kerja yang lebih fleksibel yang bahkan lebih banyak dihabiskan untuk melakukan pekerjaan kantor. WFH sangat tepat dilakukan khusus untuk karyawan yang disiplin, termotivasi dan memiliki manajemen waktu yang baik dalam bekerja.

Bekerja dari rumah memiliki banyak keuntungan di saat pandemi ini yaitu tidak banyak terbuang waktu dan tenaga untuk mencapai kantor serta pulang dari kantor dan mengurangi biaya transportasi, mengurangi kecemasan, serta mengurangi resiko tertular Covid-19.

Perubahan Perilaku kerja yang produktif dan terhindar dari penularan Covid-19 yang kelima adalah rapat dilakukan secara online. Rapat tidak harus dilakukan secara tatap muka langsung, tidak lagi berkumpul bersama dan tidak lagi di tempat yang disepakati bersama. Pada saat new normal ini, Rapat dilakukan secara online atau daring. Peserta rapat online hanya memerlukan aplikasi pilihan video conference yang terinstal seperti zoom metting, google metting dan terkoneksi internet.

Rapat dengan daring membuat kita lebih produktif, tidak menghabiskan waktu, tenaga, biaya dan terhindar dari penularan penyakit karena tidak berkumpul bersama di tempat yang ditentukan. Rapat dengan sistem daring bisa langsung melihat dari dekat wajah-wajah semua peserta rapat, rapat bisa dilakukan kapan saja, di mana saja, peserta nya bisa berasal dari daerah mana saja di seluruh dunia, setiap peserta rapat dapat terhubung tanpa harus memikirkan jarak, bahan materi bisa langsung di lihat bersama oleh semua peserta.

Semua peserta dapat memberikan pendapat dan wajahnya yang memberikan pendapat dan memberikan informasi (narasumber) dapat dilihat dengan jelas oleh semua peserta. Permasalah komunikasi dapat terpecahkan dan pekerjaan juga dapat dikirim melalui email. Di era new normal ini rapat sangat sering dilakukan secara online. Manfaat rapat adalah mampu memecahkan permasalah yang terjadi, membantu percepatan pengerjaan tugas dan pencapaian target, sebagai wadah tempat untuk menyampaikan informasi dan sebagai sarana bernegosiasi.

Perubahan perilaku kerja yang produktif dan terhindar dari penularan Covid-19 yang keenam adalah seminar dan workshop yang dilakukan secara daring. Sangat efektif dan efisien melakukan seminar dan workshop secara online sehingga kegiatan ini sangat sering dilakukan setiap perusahaan untuk meningkatkan produktifitas kerja pegawai dan perusahaan.

Seminar web (webminar) maupun pelatihan dapat mengundang banyak peserta, tanpa biaya yang banyak, karena setiap peserta tidak harus mengeluarkan biaya transportasi ke tempat pelatihan/workshop, informasi undangan dapat di share di media online seperti email dan whatsapp, panitia tidak menyewa tempat, tidak menyiapkan konsumsi bagi peserta, tidak menyiapkan tiket pesawat dan penginapan narasumber.

Panitia hanya menghubungi narasumber dan memastikan kesediaan sebagai narasumber. Bahan yang dibuat narasumber akan di share ke panitia dan semua peserta serta daftar hadir tinggal di isi oleh peserta berdasarkan link yang di share oleh Panitia dan peserta yang mengisi daftar hadir akan mendapatkan sertifikat elektronik yang tidak perlu dicetak dan dapat langsung dikirim ke peserta melalui whatsapp atau email.

Panitia pun tidak perlu banyak untuk melaksanakan seminar karena semuanya sudah dilakukan secara daring. Jadi, jauh lebih efektif dan efisien proses pelatihan/ seminar/workshop yang saat ini sering diterapkan secara daring akibat kehadiran pandemi covid di era new normal.

Perubahan perilaku kerja yang produktif dan terhindar dari penularan Covid-19 yang ketujuh adalah melakukan kegiatan yang selama ini tertunda. Di era new normal di mana sebahagian besar karyawan menyelesaikan tugas di rumah dan tinggal di rumah. Banyak yang telah melakukan kegiatan produktif dengan menunjukkan kemampuan diri.

Mengubah hobi menjadi profesi yang akhirnya memberikan penghasilan tambahan di era new era ini. Berikut ini adalah beberapa kegiatan yang tertunda akibat kesibukan karena harus bekerja di kantor seperti menulis di koran, menulis di blog, menjadi youtuber dengan memberikan informasi yang berkualitas kepada pendengar, melakukan olahraga online, merubah hobi masak menjadi bisnis merapikan dan menata ulang rumah, menjahit, berkebun, merapikan halaman, beternak, dan sebagainya.

Oleh karena itu yang kita lakukan sebagai penduduk Indonesia adalah mari berperilaku produktif. Mari optimis, mari berpikir positif, serta berpikir kritis. Agar kehadiran kita mampu berdampak bagi keluarga, bangsa dan negara Indonesia. (**)

Penulis adalah dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Departemen Manajemen Universitas Sumatera Utara (USU)

Iklan