Nyatakan Jadi Oposisi Pemerintah Malaysia, Mahathir Luncurkan Partai Baru Pejuang Tanah Air

Mantan PM Malaysia Mahathir Mohamad. (AP/Vincent Thian)
Iklan

KUALA LUMPUR, Waspada.co.id – Mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad secara resmi mengumumkan nama partai politik barunya yang bernama Partai Pejuang Tanah Air atau Partai Pejuang Bangsa.

Hal ini disampaikan Mahathir usai rapat umum politik di negara bagian Perak, Rabu (12/8).

“Kami tidak ingin memecah warga Malaysia tetapi kami ingin mereka memiliki partai yang memperjuangkan hak mereka. Partai ini untuk membersihkan negara dari korupsi,” kata Mahathir.

“Kami menamakan partai ini Partai Pejuang Tanah Air,” ucapnya menambahkan.

Dalam kesempatan tersebut, politikus berusia 95 tahun itu juga memperkenalkan Amir Khusyairi Mohamad Tanusi, kandidat yang akan mengikuti pemilu sela negara bagian. Amir akan maju sebagai kandidat independen karena Partai Pejuang belum terdaftar.

iklan

Mengutip Straits Times, Mahathir sempat mengungkapkan misi partai yang baru didirikannya melalui tulisan di sebuah blog.

“Korupsi menghancurkan ras kami dan korupsi menghancurkan orang Melayu. Jika Anda menginginkan posisi dan uang, pilih pihak lain,” tulisnya.

“Jika Anda ingin menebus martabat Anda dan mempertahankan hak kami, pilih partai kami, pilih Pejuang.”

Mahathir mengatakan Partai Pejuang akan memiliki enam anggota parlemen, satu anggota dewan negara bagian dan satu senator. Semua anggotanya merupakan anggota parlemen dari Partai Bersatu, yang sebelumnya didirikan Mahathir pada 2016 untuk mengikuti Pemilu 2018.

Sebelumnya pada 7 Agustus lalu, Mahathir mengungkapkan bahwa ia sedang mendirikan partai baru yang akan memperjuangkan hak-hak mayoritas Muslim di Malaysia dan memerangi korupsi.

Mahathir menegaskan ia akan menjadi ketua partai barunya itu. Ia menegaskan partai tersebut tidak akan menjadi bagian dari pemerintah saat ini atau beraliansi dengan oposisi.

Partai Pejuang didirikan setelah Mahathir pecah kongsi dengan partai tempat bernaung sebelumnya, Partai Bersatu, setelah sang ketua, Muhyiddin Yassin, menyatakan keluar dari koalisi Pakatan Harapan. Muhyiddin lantas ditunjuk menjadi perdana menteri setelah Mahathir memutuskan mengundurkan diri, dan malah berkoalisi dengan kelompok oposisi. (cnn/data2)

Iklan