Menyusup ke Situs Suci, Arab Saudi Tahan Ribuan Jemaah Haji Ilegal

Foto: Suasana Mekkah menyiapkan pelaksanaan haji 2020 di tengah pandemi virus corona. (Saudi Ministry of Media via AP)

MEKKAH, Waspada.co.id – Pemerintah Arab Saudi dilaporkan telah menahan setidaknya 2.050 orang yang berupaya mengikuti ibadah haji secara ilegal di Kota Suci Mekkah. Mereka kedapatan berupaya menyusup ke sejumlah situs suci di Mekkah tanpa izin pihak berwenang demi mengikuti proses haji.

Juru bicara Komando Pasukan Keamanan Haji Saudi menuturkan, tindakan hukum segera diambil bagi para pelanggar protokol kesehatan pencegahan penularan infeksi virus corona (Covid-19) selama prosesi haji berlangsung.

“Petugas keamanan memberlakukan penguncian ketat terhadap situs-situs suci untuk menegakkan instruksi dan menangkap para pelanggar,” kata jubir tersebut pada Sabtu (1/8).

Saudi telah mengerahkan ribuan petugas dan aparat keamanan untuk memantau kegiatan haji agar sesuai dengan protokol kesehatan yang berlaku.

Dilansir dari Gulf News, sekelompok pasukan keamanan secara ketat menjaga setiap pintu dan sisi situs-situs suci di Mekkah yang akan didatangi para calon jemaah haji.

Advertisement

Juru bicara komando tersebut menuturkan, aparat juga telah menangkap beberapa pelanggar protokol haji sebelum proses ibadah berlangsung.

Kementerian Dalam Negeri Saudi telah melarang warga memasuki situs-situs suci terutama yang digunakan selama ibadah haji seperti di Mina, Muzdalifah, dan Arafah tanpa izin sejak 18 Juli. Saudi akan menjatuhkan berupa denda 10 ribu riyal (Rp39,1 juta) dan/atau hukuman penjara bagi para pelanggar.

Hal itu dilakukan demi mensterilkan tempat-tempat suci dari kemungkinan terpapar virus corona penyebab Covid-19. Sejauh ini, pihak berwenang Saudi menuturkan, tidak ada jemaah haji yang terpapar virus corona.

Kebijakan itu diterapkan menyusul kebijakan pembatasan kuota ibadah haji tahun 2020.Saudi hanya menerima maksimal 10 ribu jemaah haji tahun ini. Padahal, selama ini Saudi selalu menerima lebih dari 2,5 juta jemaah haji.

Ribuan jemaah itu pun harus sudah berada di Saudi yang terdiri dari 30 persen warga lokal dan 70 persen ekspatriat asing.

Pembatasan jemaah haji diputuskan demi mencegah penularan pandemi Covid-19 yang masih menghantui Saudi dan juga dunia. Selain itu, penyelenggaraan ibadah haji tahun ini juga disertakan dengan protokol kesehatan yang sangat ketat.

Jamaah yang boleh melaksanakan haji tahun ini berusia antara 20-50 tahun saja. Jamaah juga tidak boleh memiliki riwayat penyakit kronis.

Seluruh jemaah wajib melakukan pemeriksaan corona sesaat sebelum memasuki kota suci Mekkah. Tak hanya itu, sebelum proses haji berlangsung, seluruh jemaah wajib melakukan karantina mandiri. Seluruh jemaah haji juga patut menerapkan jaga jarak selama melaksanakan kegiatan haji.

Setelah proses ibadah haji selesai, seluruh jemaah kembali diwajibkan melakukan karantina mandiri lagi.

Sebelumnya Konsul Haji KJRI Jeddah, Endang Jumali mencatat sebanyak 13 Warga Negara Indonesia (WNI) yang tinggal di Arab Saudi atau ekspatriat telah terdaftar sebagai jemaah haji 1441Hijriah/2020.

Endang merinci 13 WNI yang terdaftar haji itu tinggal di Riyadh sebanyak 1 orang, Madinah (2 orang), Yanbu’ (1 orang), Makkah (4 orang), Jeddah (4 orang), dan Al Khobar (1 orang). Mereka melaksanakan ibadah haji setelah dipilih oleh Pemerintah Arab Saudi masuk dalam kuota 10.000 orang yang bisa menunaikan haji tahun ini. (cnn/data3)