Mahfud MD: Djoko Tjandra Tak Cukup Hukuman Dua Tahun Penjara

foto: antara

JAKARTA, Waspada.co.id – Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD, menilai buron kasus korupsi pengalihan hak tagih (casie) Bank Bali Djoko Tjandra tidak hanya dapat dihukum selama dua tahun kurungan penjara.

Hal itu diungkapkan oleh Mahfud melalui akun twitter pribadinya @mohmahfud, Sabtu (1/8). Sebelumnya, dalam perkara ini, pada 10 Juni 2008 Majelis Hakim Mahkamah Agung (MA) memvonis Djoko dua tahun penjara plus denda Rp 15 juta.

“Djoko Tjandra tidak hanya harus menghuni penjara dua tahun. Karena tingkahnya, dia bisa diberi hukuman-hukuman baru yang jauh lebih lama,” ujarnya.

Lebih lanjut, Mahfud menuturkan setidaknya ada dua dugaan pelanggaran yang dilakukan buronan 11 tahun tersebut, antara lain penggunaan surat palsu dan penyuapan. Menurutnya, Djoko Tjandra diduga turut menyuap oknum-oknum pejabat yang melindunginya selama masa pelarian.

“Dugaan pidananya, antara lain, penggunaan surat palsu dan penyuapan kepada pejabat yang melindunginya. Pejabat-pejabat yang melindunginya pun harus siap dipidanakan. Kita harus kawal ini,” tuturnya.

Advertisement

Dijelaskan, suap merupakan salah satu dari tujuh kategori tindak pidana korupsi, mulai dari, gratifikasi hingga pemerasan. Karenanya, Mahfud menegaskan Djoko dapat diduga sebagai koruptor jika diduga suap.

“Bagi yang nanya, penyuapan itu bagian dari korupsi. Korupsi mencakup tujuh jenis tindak lancung, misalnya, gratifikasi, penggelapan jabatan, mencuri uang negara dengan mark up atau mark down dana proyek, pemerasan, dan sebagainya. Jadi, jika Djoko Tjandra itu diduga menyuap, artinya dia diduga korupsi,” katanya.

Djoko Tjandra resmi menjadi warga binaan Rutan Salemba Cabang Bareskrim Polri. Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen PAS) Kemenkumham, Reinhard Silitonga, menambahkan Djoko Tjandra juga harus mengikuti pemeriksaan lebih lanjut serta menerapkan protokol kesehatan.

Kabareskrim Polri, Komjen Pol Listyo Sigit, menuturkan penahanan Djoko di Rutan Salemba Cabang Bareskrim Polri lantaran pihaknya masih membutuhkan keterangan sang narapidana dalam sejumlah kasus.(wol/aa/cnnindo/data2)

editor AUSTIN TUMENGKOL