Mahasiswa Tuding Poldasu Tak Mampu Ungkap Korupsi UINSU

WOL Photo
Iklan

MEDAN, Waspada.co.id – Demo terkait kasus dugaan korupsi pembangunan gedung perkuliahan terpadu Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) kembali terjadi.

Kali ini, massa tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Pergerakan (Ampera) Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, demo di Mapoldasu, Jumat (7/8).

Para mahasiswa yang mengenakan almamater UINSU menuding Poldasu tidak mampu menuntaskan kasus dugaan korupsi pembangunan gedung perkuliahan terpadu UINSU berbiaya Rp45,7 miliar.

“Pembangunan gedung kuliah terpadu pada tanggal 23 April 2018 senilai Rp45,7 miliar lebih hingga kini belum selesai. Patut diduga penyidik Tipikor tidak mampu menuntaskan,” kata Ketua Umum Ampara, Taufik Habibi.

Selain kasus dugaan korupsi pembangunan gedung perkuliahan terpadu, sebut mereka, diduga Rektor UINSU melakukan tindak pidana korupsi,gratifikasi pada pengadaan Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) dan rekening mahasiswa TA 2017 yang merugikan mahasiswa sebesar Rp100.000 per mahasiswa.

iklan

“Kami meminta kepada pihak penegak hukum agar memanggil dan memeriksa Rektor UINSU, Prof Dr Saidurrahman, yang terindikasi terlibat korupsi pada pengadaan KTM dan rekening mahasiswa,” teriak mereka.

Para mahasiswa juga meminta agar penegak hukum segera mengaudit anggaran pembangunan gedung perkuliahan terpadu UINSU TA 2018 dan meminta kepada apara penegak hukum mengatensi kasus-kasus dugaan korupsi UINSU.

Sementara itu, Dir Reskrimsus Poldasu Kombes Pol Rony Samtana, melalui Kasubbid Penmas Poldasu AKBP MP Nainggolan, mengatakan kasus dugaan korupsi pembangunan gedung perkuliahan terpadu UINSU masih tahap penyelidikan.

Untuk saat ini, sebutnya, pihak penyidik sedang koordinasi dengan BPKP untuk memastikan angka kerugian negara.

“Untuk UINSU tim sedang koordinasi dengan BPKP untuk pastikan angka kerugian negara,” jelasnya.

Demikian juga, penyidik sudah mendatangkan tim ahli konstruksi dari ITS (Institut Tekhnologi Surabaya) untuk mengecek bangunan.

“Penyidik masih bekerja, dengan
mendatangkan tim ahli kontruksi dari ITS untuk melakukan penelitian konstruksi bangunan,” pungkasnya.(wol/lvz/data3)

Editor: SASTROY BANGUN

Iklan