Kerugian Capai Rp221 Triliun, FBI Investigasi Langsung Penyebab Ledakan Pelabuhan Beirut

Foto: Ledakan di Beirut, Libanon. (AFP/STR)
Iklan

BEIRUT, Waspada.co.id – FBI dikabarkan akan terjun langsung dalam penyelidikan penyebab ledakan pelabuhan besar yang menghancurkan sebagian besar wilayah Beirut, 4 Agustus lalu.
Dilansir AFP, kabar tersebut diungkap Departemen Luar Negeri AS, Kamis (13/8).

“FBI akan segera bergabung, atas undangan Libanon, untuk membantu menjawab penyebab ledakan ini,” kata utusan AS untuk PBB, David Hale kepada wartawan.

Sebelumnya, Presiden Libanon, Michel Aoun menyebut total nilai kerugian akibat ledakan di Pelabuhan Beirut mencapai USD 15 miliar atau setara Rp221 triliun.

Dilansir AFP, nilai taksiran kerugian tersebut diungkapkan Aoun saat dalam perbincangan via telepon dengan Raja Spanyol Felipe, Rabu (12/8).

“Perkiraan awal kerugian setelah ledakan di pelabuhan mencapai USD 15 miliar,” kata Aoun.

iklan

Sementara, Perdana Menteri Libanon Hassan Diab resmi mengumumkan pengunduran diri di tengah krisis politik. Dilansir CNN, pengunduran diri Diab disampaikan pada Senin (10/8) malam waktu setempat, kurang dari seminggu setelah ledakan besar di Beirut. Ia menyampaikan secara langsung pengunduran dirinya dan pemerintahannya.

“Hari ini kami mengindahkan orang-orang dan tuntutan mereka untuk meminta pertanggungjawaban mereka yang bertanggung jawab atas bencana,” katanya dalam pidato yang disiarkan televisi.

“Inilah mengapa hari ini saya mengumumkan pengunduran diri pemerintahan.” (cnn/data3)

Iklan