Kejari Tanjungbalai Belum Sidangkan Kasus Penculikan Residivis H Kibal

WOL Photo
Iklan

TANJUNGBALAI, Waspada.co.id – Kejaksaan Negeri Tanjungbalai belum menyidangkan kasus penculikan dan percobaan pembunuhan yang dilakukan tersangka H Muhammad Ikbal alias Kibal bersama tiga rekannya yang turut terlibat dalam aksi kejahatan tersebut.

Sebab, sebelumnya Polres Tanjungbalai telah melimpahkan berkas perkara tersangka H Muhammad Ikbal alias Kibal bersama tiga rekannya ke Kejari Tanjungbalai.

Saat dikonfirmasi Kasi Pidum Kejari Tanjungbalai, Ricardo Simanjuntak, Senin (24/8), mengatakan berkas perkara tersangka Kibal yang dilimpahkan Polres Tanjungbalai masih dalam pemeriksaan.

“Belum bisa dipastikan kapan disidangkan. Sebab, berkasnya masih dalam pemeriksaan,” katanya.

Diketahui, kasus percobaan pembunuhan yang dilakukan tersangka Muhammad H Ikbal Batubara alias Kibal (42) bersama tiga rekannya AN alias Abal (37) warga Tanjungbalai, KH alias Udin (44) warga Aceh Selatan, dan TS alias Syahrul (37) warga Aceh Timur, terhadap korbannya Evin Edward Sitorus.

iklan

“Penyekapan dan penganiayaan terhadap korban karena sakit hati. Para pelaku dendam karena dianggap korban telah menggelapkan barang narkoba jenis sabu,” ujar Waka Polres Tanjungbalai Kompol H Jumanto.

Menurut Jumanto, untuk mengungkap kebenaran motif percobaan pembunuhan itu, penyidik masih melakukan pendalaman kasus.

“Korban dianiaya di dalam mobil saat dibawa para tersangka ke arah Rantau Parapat. Sejak dari Tanjungbalai korban dipukuli hingga wajah dan kepala berlumuran darah. Benda yang digunakan memukul korban termasuk paving blok,” tuturnya.

“Berhubung korban belum sadarkan diri akibat penganiayaan yang dialami ya, kita masih dalami apa motif sebenarnya. Namun dari pengakuan para tersangka ini karena unsur sakit hati,” sambungnya sembari menambahkan korban dan tersangka saling mengenal.

Jumanto menyebutkan, empat orang pelaku ditetapkan tersangka dan diamankan terkait kasus percobaan pembunuhan itu.

“Pasal yang disangkakan berlapis, Pasal 338 junto Pasal 53 subsidair Pasal 170 subsidair Pasal 351 dan Pasal 333 KUHPidana, tentang tindak pidana percobaan pembunuhan secara bersama-sama melakukan kekerasan terhadap orang dan perampasan kemerdekaan seseorang. Ancaman hukuman 15 tahun penjara,” pungkasnya.

Selain itu, berdasarkan informasi yang diterima tersangka H Muhammad Ikbal Batubara merupakan residivis yang kerap keluar masuk.

Dalam kasusnya, HM Ikbal alias Kibal diduga melakukan penganiayaan terhadap korbannya bernama Ardiansyah Putra di Kandang Lembu Mandurasa pada 2017. Terhadap kasus penganiayaan itu, Pengadilan Negeri Kota Tanjungbalai menjatuhkan vonis 2 tahun penjara.(wol/lvz/data2)

Editor: SASTROY BANGUN

Iklan