Ini Tulisan Jerinx SID yang Berujung Laporan Polisi

Foto: KOMPAS.com/IMAM ROSIDIN
Iklan
agregasi

JAKARTA, Waspada.co.id – Jerinx SID lantang menyuarakan teori konspirasi terkait Covid-19. Salah satu cuitannya diperkarakan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) karena dianggap sebagai pencemaran nama baik dan ujaran kebencian.

Drummer Superman is Dead itu pun sudah dua kali dipanggil Polda Bali untuk diperiksa. Absen pada pemanggilan pertama pada 3 Agustus 2020, Jerinx hadir di pemanggilan kedua, Kamis (6/8/2020). Datang bersama pengacaranya, Jerinx tak mengenakan masker.

Kepada awak media, Jerinx mengaku tidak ada persiapan khusus dalam menghadapi panggilan Polda Bali. Dia siap memberikan semua informasi dan data yang dibutuhkan polisi. “Ya semua data informasi yang diperlukan, fakta mendukung, semua akan baik-baik saja,” ujarnya.

Jerinx dilaporkan IDI karena dugaan pencemaran nama baik atas pernyataannya yang menyebut IDI dan rumah sakit sebagai kacung WHO, lewat Instagram pada Juli lalu.

“Gara-gara bangga jadi kacung WHO, IDI dan Rumah Sakit dengan seenaknya mewajibkan semua orang yang akan melahirkan tes Covid-19” tulis Jerinx kala itu.
Setelah dilaporkan, suami Nora Alexandra itu beranggapan bahwa kini banyak orang yang dipolisikan karena berbeda pendapat.

iklan

“Belakangan ini grup WA para kacung dilimpahi berita bahagia. Semua musuh majikannya dikasusin ke polisi. Atas nama pergaulan mapan & tren global maka fasisme harus mereka bela! Law of attraction; yang cengeng ngumpulnya sama yang sepemikiran,” tulis Jerinx.

“Mereka lupa jika saya menang di pengadilan mereka akan dipermalukan hingga ke kromoson,” tambahnya.

Iklan