GMPN Sumut Pertanyakan Bimtek Paluta di Wilayah Zona Merah

Ketua Gerakan Mahasiswa Pengawal Nawacita (GMPN) Sumatera Utara, Rian Hasibuan. (Ist)
Iklan

MEDAN, Waspada.co.id – Keberangkatan puluhan Kepala Desa (Kades) dan sejumlah Camat asal Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) yang mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) di Medan masih terus mendapat sorotan.

Pasalnya selain terkesan dipaksakan, kegiatan yang dibiayai melalui anggaran dana desa tersebut ditaksir menghabiskan biaya hingga ratusan juta rupiah. Hal tersebut dikatakan Ketua Gerakan Mahasiswa Pengawal Nawacita (GMPN) Sumatera Utara, Rian Hasibuan, Senin (3/8).

“Keberangkatan Kades dan Camat dari beberapa kecamatan ini patut dipertanyakan. Karena dari informasi yang didapat dari salah satu Kades bahwa keberangkatan para Kades ini terkesan dipaksakan Dinas PMD Padang Lawas Utara dengan menggunakan Dana Desa,” katanya.

Menurut Rian, sebelumnya ada beberapa Kades yang sebetulnya mengakui enggan untuk hadir dalam Bimtek tersebut, apalagi saat ini sedang menghadapi bencana non alam virus Corona (Covid-19).

Dikatakanya, hal yang menjadi polemik yakni anggaran sumber dana pelaksanaan Bimtek. Di mana informasi menyebut bahwa kegiatan ini dibiayai Dana Desa dengan anggaran keberangkatan berkisar Rp5 Juta per orang dan setiap desa itu mengirim 4 orang.

iklan

“Kita beraharap agar aparat penegak hukum melakukan audit terhadap pembiayaan Bimtek tersebut,” terangnya.

Dari pantauan media, Bimtek yang dilaksanakan di Hotel Grand Kanaya, Hotel Madani, dan Hotel Garuda Plaza Medan, akan berlangsung selama tiga hari ke depan. Namun, seluruh peserta belum menjalankan protokoler kesehatan seperti imbauan pemerintah. (wol/rls/man/data2)

Editor: Agus Utama

Iklan