Forkopimda Banda Aceh Ikuti Zoom Meeting dengan Presiden Jokowi

Foto: Istimewa
Iklan

BANDA ACEH, Waspada.co.id – Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) Banda Aceh mengikuti Rakor Penanganan Covid-19 yang dipimpin langsung oleh Bapak Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, dan didampingi oleh Forkopimda Aceh, Selasa, 25 Agustus 2020.

Kegiatan tersebut diselenggarakan secara virtual (zoom meeting) dari posko penanganan dan penanggulangan Covid-19, aula serbaguna kantor Gubernur Aceh. Acara ini juga diikuti oleh Bupati/Walikota serta unsur Forkopimda Kab/Kota se-Aceh.

Turut mendampingi Presiden dalam acara tersebut antara lain, Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, dan Plt. Gubernur Aceh Nova Iriansyah.

Dalam sambutannya, Presiden Joko Widodo mengatakan sangat memahami kondisi para pelaku usaha yang tengah mengalami masa yang tidak mudah akibat pandemi Covid-19. Kondisi penurunan omzet tersebut dialami oleh semua pelaku usaha baik usaha mikro, kecil, menengah hingga besar.

Kondisi tersebut mendasari pemerintah untuk memberikan bantuan berupa Banpres Produktif yang secara resmi programnya diluncurkan Presiden di Istana Negara, kemarin. Bantuan tersebut berupa hibah dengan besaran Rp2,4 juta yang ditujukan bagi para pelaku usaha mikro dan kecil.

iklan

Pagi tadi, Presiden Jokowi pun memberikan Banpres Produktif Usaha Mikro kepada para pelaku usaha mikro dan kecil di Provinsi Aceh. Acara penyerahan dilangsungkan di Pusat Layanan Usaha Terpadu KUMKM Provinsi Aceh, Kota Banda Aceh, pagi tadi.

Dengan pemberian Banpres Produktif, Presiden berharap para pelaku usaha mikro dan kecil bisa memanfaatkannya untuk menambah modal. Ia pun berharap omzet para pelaku usaha tersebut bisa naik, meskipun belum bisa kembali pada posisi seperti sebelum pandemi.

“Saya sampaikan ke Pak Gub agar pengendalian ini betul-betul terus ditekan agar Covid-19 bisa hilang dan tidak ada lagi di Provinsi Aceh dan di seluruh Tanah Air kita Indonesia,” imbuhnya.

Di penghujung sambutannya, Presiden tak lupa mengingatkan para pelaku usaha yang hadir langsung maupun yang mengikuti acara secara virtual untuk senantiasa menaati protokol kesehatan dalam beraktivitas sehari-hari agar terhindar dari penularan Covid-19.

“Jangan lupa kepada bapak ibu semuanya, kepada keluarga, kepada tetangga-tetangga kita untuk ke mana pun masker digunakan, jaga jarak, jangan masuk ke kerumunan yang terlalu banyak dan berhimpitan, kalau habis berkegiatan segera cuci tangan. Itu cara kita agar terhindar dari Covid-19,” tandasnya.

Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman dalam hal ini turut mengapresiasikan program Banpres produktif tersebut. Program resmi pemerintah pusat itu sangat sejalan dengan apa yang di upayakan Pemerintah Kota Banda Aceh selama ini.

“Bantuan berupa hibah dengan besaran Rp2,4 juta yang ditujukan bagi para pelaku usaha mikro dan kecil ini tentu sangat diharapkan sekali,” kata Aminullah usai mengikuti rakor di pendopo.

Mengingat Banda Aceh merupakan kota yang mengandalkan sektor wisata dan perdangangan, Aminullah berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik oleh para pelaku usaha UMKM di Banda Aceh.

“Banda Aceh yang perekonomiannya bertumpu sebagian besar pada sektor perdagangan, jasa dan pariwisata, ada sebanyak 12.970 umkm dan 506 koperasi terbantu dengan adanya Banpres ini,” ungkapnya.

Aminullah menilai, program pro rakyat ini akan menjadi batu loncatan bagi para pelaku usaha di tengah masa pandemi.

“Mengingat sulitnya berjuang dalam masa pandemi ini, Banpres Produktif ini setidaknya bisa meringankan beban para pelaku usaha di Banda Aceh, kita berharap dimanfaatkan sebaik mungkin,” kata Aminullah. (bandaacehkota/ags/data3)

Iklan