dr Andhika Tangani Covid-19 Sejak Februari 2020

Foto: Facebook @Andhika Kesuma Putra

MEDAN, Waspada.co.id – Kepergian dr Andhika Kesuma Putera, M.Ked (P), Sp.P, FCCP yang disebut sebagai ‘Pejuang Covid’ ini memang mengundang duka publik, khususnya masyarakat Kota Medan. Andhika diketahui dirawat di RS Columbia Asia Medan, akibat terpapar Virus Corona sejak dua pekan terakhir, dan menghembuskan nafas terakhirnya, Sabtu (1/8).

Tak hanya dr Andhika, sang istri dr Dessy Mawar Zalia pun terpapar covid-19 dan saai ini masih dalam perawatan.

“Kita doakan saja mudah-mudahan istri beliau pulih. Istrinya juga dokter,” kata Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Medan, dr Wijaya Juwarna Sp-THT-KL.

Dikatakan, dr Andhika yang merupakan Staf Divisi Pulmonologi Intervensi dan Gawat Napas Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara (USU).

Menurutnya, selama ini Andhika merupakan tulang punggung perawatan pasien Covid-19 di RS Columbia Asia. Namun, tidak pasti sejak kapan Andhika positif terinfeksi virus corona.

Advertisement

Andhika, kata Wijaya, telah menangani pasien Covid-19 sejak Februari 2020. Dia mengatakan, hingga saat ini sudah lima anggota IDI Kota Medan yang meninggal dunia setelah positif virus corona. Ia pun mengingatkan para tenaga kesehatan yang berada di garda terdepan penanganan Covid diberi waktu istirahat 14 hari usai bertugas.

“Dokter yang menangani pasien covid sebaiknya 14 hari bertugas kemudian 14 hari istirahat lah. Kita harus jaga-jaga juga dosis paparan ini dan tetap menggunakan APD (alat pelindung diri) level 2, jika memungkinkan level 3,” katanya.

“Penyakit ini benar adanya. Masyarakat jangan sepele, ini belum sampai puncaknya di Medan,” ujarnya.

Wijaya juga mengingatkan pemerintah lebih serius dalam penanganan Covid-19, mengingat sudah banyak tenaga medis yang meninggal dunia dalam menangani pasien Covid-19. Tak hanya itu, ia meminta masyarakat juga tak mengabaikan protokol kesehatan. (wol/ags/data3)