Berhasil Kembangkan Vaksin Corona, Presiden Putin Uji Coba Buatan Rusia ke Putri Kandung

Foto: Presiden Rusia Vladimir Putin. (AFP Photo/Pavel Golovkin)
Iklan

MOSKOW, Waspada.co.id – Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan vaksin virus corona Covid-19 yang dikembangkan peneliti di negaranya siap digunakan. Vaksin ini bahkan telah diuji pada putrinya sendiri.

Menurut Putin, salah satu putrinya ikut ambil bagian dalam pengembangan dan telah menerima dua suntikan vaksin.

Putin mengatakan bahwa putrinya memiliki suhu 38 derajat Celcius di hari pertama vaksin disuntikkan, kemudian turun menjadi sekitar 37 derajat esok harinya.

Setelah suntikan kedua, dia kembali mengalami sedikit peningkatan suhu, tapi kemudian semuanya kembali normal. “Dia merasa sehat dan tingkat antibodinya tinggi,” kata Putin Selasa (11/8).

Putin memastikan vaksin tersebut telah menjalani serangkaian pengujian yang tepat dan aman. “Saya ingin menegaskan bahwa ini telah lulus semua tes yang diperlukan,” katanya seperti dilansir dari Associated Press.

iklan

“Yang paling penting adalah memastikan keamanan penuh penggunaan vaksin dan efektivitasnya.”

Tenaga medis, guru, dan kelompok berisiko lainnya akan menjadi yang pertama disuntik vaksin. Wakil Perdana Menteri Tatyana Golikova mengatakan vaksinasi dokter bisa dimulai paling cepat bulan ini.

Kementerian Kesehatan menambahkan vaksin tersebut diharapkan dapat memberikan kekebalan dari virus corona hingga dua tahun.

Pejabat Rusia mengatakan bahwa produksi vaksin dalam skala besar akan dimulai pada bulan September, dan vaksinasi massal diperkirakan paling cepat pada Oktober.

Ketika pandemi melanda Rusia, Putin memerintahkan jajarannya mempersingkat waktu uji klinis untuk calon vaksin virus corona.

Rusia menjadi negara pertama di dunia yang menyetujui penggunaan vaksin Covid-19 di tengah upaya menegaskan citra sebagai kekuatan global.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebelumnya mendesak Rusia untuk mematuhi prosedur dalam memproduksi vaksin corona yang aman dan efektif.

Juru bicara WHO Christian Lindmeier mengingatkan vaksin maupun obat-obatan harus melalui percobaan dan tes sebelum mendapatkan lisensi untuk diluncurkan.

Sementara itu Penasihat Gugus Tugas Penanganan Virus Corona Amerika Serikat Anthony Fauci menyindir perlombaan vaksin Covid-19 antara China dan Rusia. Ia berharap vaksin yang diklaim kedua negara tersebut sudah melalui tahap uji.

Fauci, yang juga pakar penyakit menular AS, mengatakan bahwa negaranya tidak mungkin akan menggunakan vaksin apa pun yang dikembangkan di kedua negara yang sistemnya tak setransparan di negara-negara Barat. (cnn/data3)

Iklan