Belum Selesai dengan Corona, China Laporkan Temuan Virus Tick-Borne yang menular dari Kutu

Foto: Ilustrasi. (Istockphoto/Paul Bradbury)
Iklan

ZHEIJIANG, Waspada.co.id – China melaporkan penyakit menular baru yang disebarkan oleh virus tick-borne yang berasal dari gigitan kutu. Virus tick-borne dilaporkan telah menewaskan tujuh orang dan menginfeksi 60 orang lainnya di Negeri Tirai Bambu.

Ketujuh korban meninggal dilaporkan di Anhui dan provinsi Zheijiang, China Timur.

Pihak berwenang dan ahli virologi memperingatkan kemungkinan penularan penyakit tersebut dari manusia ke manusia melalui kutu.

Mengutip Indian Express, virus ini menularkan melalui gigitan kutu yang memicu demam parah atau sindrom trombositopenia, disingkat SFTS.

Gejala SFTS sebenarnya bukan disebabkan oleh virus baru, karena sudah ditemukan di China sejak 2009. Pada 2011 China dikabarkan berhasil mengisolasi patogen virus tick-borne.

iklan

Patogen virus ini sendiri masuk dalam katoegori Bunyavirus, satu keluarga dengan arthopod borne atau virus yang dibawa oleh tikus.

Pada pertengahan 2019 lalu ditemukan 37 kasus virus SFTS di Provinsi Jiangsu, China Timur. Kemudian ada 23 orang lainnya yang terinfeksi SFTS di Provinsi Anhui, China Timur.

Seorang perempuan di Nanjiang, Jiangsu mengeluhkan demam dan batuk yang dideritanya. Setelah diperiksa, jumlah trombosit dan leukosit dalam darahnya menurun. Setelah dirawat selama satu bulan di rumah sakit, dokter menyatakan ia sembuh dan diizinkan pulang.

Gejala infeksi virus tick-borne selain mengalami demam dan batuk juga keluhan sakit kepala, kelelahan, hingga nyeri otot.

Sheng Jifang, seorang dokter di Universitas Zhejiang mengatakan ada kemungkinan penularan virus tick-borne dari manusia ke manusia yang tidak bisa diabaikan. Pasien bisa menularkan virus ke orang lain melalui darah atau lendir.

Dokter juga memperingatkan bahwa gigitan kutu merupakan transmisi utama. Tetapi dokter meningatkan untuk tetap berhati-hati, tidak panik, dan tetap menjaga kebersihan. (cnn/data3)

Iklan