Aksi Mogok Kerja: Kami di-PHK Tapi RS Marta Friska Rekrut Karyawan Baru

Ketua PK-F LOMENIK SBSI, Ponijo. (WOL Photo)
Iklan

MEDAN, Waspada.co.id – Puluhan karyawan RS Martha Friska Brayan Medan masih tetap melakukan aksi mogok kerja di pelataran rumah sakit hingga Jumat (7/8).

Saat ditemui awak media, Ketua PK-F LOMENIK SBSI, Ponijo, mengatakan mereka akan tetap melakukan mogok kerja sampai owner (Pemilik, red) rumah sakit mau menemui mereka.

Dikatakan, sudah 4 bulan gaji mereka tidak dibayar, terhitung dari bulan April – Agustus, THR untuk tahun 2020 lalu baru diberikan 1 kali dengan cicilan. “Kami juga sudah mengadukan hal ini ke pengawasan dinas tenaga kerja Provinsi Sumut,” katanya.

Selain itu, masih kata Ponijo, yang paling mengejutkan, hak-hak mereka belum dibayar. “Perusahaan mengeluarkan surat PHK sepihak tanpa menawarkan uang kompensasi,” ungkapnya.

“Kita sangat keberatan atas sikap ini, dan yang paling mengecewakan lagi, teman-teman karyawan di-PHK, sementara rumah sakit menerima karyawan baru,” ujarnya.

iklan

Diketahui, Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi, mengisntruksikan RS Martha Friska menjadi salah satu RS rujukan pasien Corona Virus (Covid 19), sejak Maret 2020 lalu. Saat hal ini ditanyak kepada Pohijo, dia mengaku rumah sakit tersebut tidak menerima pasien covid-19.

“Sampai hari ini tidak ada pasien covid-19 di sini, itu di Marta Friska Multatuli. Pasien umum masih ada di dalam, walaupun tidak terlalu banyak,” ujar Ponijo.

Karyawan juga berharap manajemen membuka ruang untuk berdialog, harapannya Owner-nya hadir untuk memutuskan dan bagaimana nasib mereka. “Sampai hari ini kita juga masih tunggu apa yang dilakukan oleh pemerintah untuk mempasilitasi ini,” tutup Ponijo. (wol/man/data2)

Editor: Agus Utama

Iklan