Akankah Vaksin Virus Corona Jadi Kenyataan Tahun 2020?

Foto: EPA
Iklan

JAKARTA, Waspada.co.id – Vaksin virus corona atau COVID-19 yang aman dan efektif akan menjadi kenyataan pada akhir tahun. Pernyataan tersebut dilontarkan oleh dokter dan pakar imunologi asal Amerika Serikat sekaligus direktur National Institute of Allergy and Infectious Diseases sejak 1984, Anthony Fauci.

“Saya pikir itu bukan mimpi, saya percaya ini nyata dan akan terbukti menjadi kenyataan,” kata Fauci kepada komite DPR yang berbicara tentang harapan vaksin, dikutip Times of India, Minggu 2 Agustus 2020.

Presiden Donald Trump telah meluncurkan program administrasi, Operation Warpspeed, agar secara cepat menghasilkan vaksin untuk COVID-19. Di mana mereka menyebut, vaksin akan siap pada musim gugur atau awal musim dingin.

“Dari semua yang kita lihat sekarang, dalam data hewan, serta data awal manusia yang kita lihat. Kita sangat optimis akan memiliki vaksin pada akhir tahun ini dan saat kita memasuki 2020-2021,” kata Fauci menanggapi skeptisisme Perwakilan Demokrat Caroline Maloney.

Dia mengutip kegagalan pengembangan vaksin HIV dan penundaan 5 tahun untuk vaksin Ebola, serta mempertanyakan kecepatan pengembangan satu vaksin untuk COVID-19. Fauci menjelaskan, ada perbedaan signifikan antara HIV dan virus corona dan bagaimana cara tubuh meresponsnya.

iklan

“Saya tidak berpikir Anda dapat membandingkannya karena tubuh tidak membuat tanggapan kekebalan yang sangat baik terhadap HIV, sehingga membuat pengembangan sangat sulit. Padahal, tubuh memang membuat kekebalan yang kuat terhadap virus corona yang membuat saya percaya bahwa kita bisa mencapai tujuan itu,” kata dia optimis.

Maloney pun mempertanyakan, apakah AS juga akan membuat vaksin seperti China dan Rusia, yang sedang diuji coba di Indonesia dan Brasil. Namun, Fauci skeptis akan hal ini.

“Saya berharap orang-orang China dan Rusia benar-benar menguji vaksin, sebelum mereka memberikannya kepada siapapun. Karena klaim memiliki vaksin yang siap didistribusikan sebelum Anda melakukan pengujian, saya pikir paling bermasalah. Kami berjalan sangat cepat. Saya tidak percaya akan ada vaksin sejauh ini di depan kami, sehingga kami harus bergantung pada negara lain untuk mendapatkan vaksin,” kata Fauci.

China dan Rusia dituduh telah meretas organisasi riset AS untuk mencuri informasi tentang vaksin. AS memulai uji coba Fase 3 besar-besaran, yang melibatkan 30 ribu sukarelawan minggu ini, dari vaksin yang dikembangkan oleh Moderna.

Vaksin itu dan lainnya sudah diproduksi dengan bantuan pemerintah AS. Fauci mengatakan, risiko yang diambil AS terkait vaksin, adalah risiko finansial bukan risiko keamanan. (viva/ags/data3)

Iklan