Warga Paluta Apresiasi 7 Tahun Tuntutan Kepada Mantan Kades Batu Sundung

Foto: Praktisi hukum Paluta Ouce Prama Yudha Hasibuan SH (Kiri) dan Ketua Forum Relawan Martabe Tabagsel Ir Samsul Bahri Harahap (Kanan) (WOL Photo)

PALUTA, Waspada.co.id – Masyarakat Padang Lawas Utara (Paluta) beri dukungan penuh terhadap Kejaksaan Negeri Paluta terhadap tuntutan 7 tahun penjara dan denda Rp200 juta, subsider tiga bulan kurungan yang diberikan kepada terdakwa mantan Kepala Desa Batu Sundung Kecamatan Padang Bolak Julu Kabupaten Paluta, Mardan Goda Siregar.

Di mana terdakwa yang sempat melarikan diri ke Bengkulu Utara Provinsi Bengkulu terkait tindakan pidana koropsi (Tipikor) Dana Desa Desa Batu Sundung Tahun Anggaran 2018.

Yang mana pada 25 November 2019 lalu, terdakwa Mardan Goda Siregar ditangkap di lokasi persembunyiannya di daerah Bengkulu Utara Provinsi Bengkulu oleh tim Kejari Paluta dan langsung melakukan penahanan.

Praktisi hukum Paluta Ouce Prama Yudha Hasibuan SH sangat mengapresiasi langkah-langkah yang diambil Kejari Paluta dalam menjatuhkan tuntutan terhadap terdakwa mantan Kepala Desa Batu Sundung. Katanya tuntutan sudah sangat sesuai dengan pertimbangan hukum demi menegakkan keadilan dan upaya untuk mengembalikan kerugian negara.

“Ya kita sangat mengapresiasi langkah Kejari Paluta yang memberi tuntutan 7 tahun kurungan denda Rp200 juta subsider tiga bulan kurungan dan upaya untuk mengembalikan kerugian negara,” ucapnya kepada Waspada Online, Jumat (3/7).

Advertisement

Senada dengan itu Ketua Forum Relawan Martabe (Marsipature Hutanabe) Tabagsel, Ir Samsul Bahri Harahap, mengapresiasi sikap Kejari Paluta yang serius memberantas korupsi di wilayah hukumnya.

Tuntutan 7 tahun yang dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum kepada mantan Kepala Desa Batu Sundung sudah sangat proporsional. Ia juga berharap kepada Kejari Paluta supaya tetap konsisten terhadap para koruptor di Paluta. “Sehingga di kemudian hari menimbulkan efek jera bagi oknum yang ingin melakukan korupsi khususnya para kepala desa dan aparat perangkat pemerintahan desa,” ujarnya.

Samsul yang juga tokoh masyarakat Paluta ini siap menjadi barisan terdepan Kejari Paluta dalam pemberantasan koropsi. Membangun sinergitas dengan komponen elemen masyarakat di Paluta.

“Kita mengutuk keras sikap dan perbuatan mantan Kepala Desa Batu Sundung yang tidak mempergunakan dan memafaatkan dana desa untuk pembangunan desa yang nota bene tanah kelahirannya sendiri, dan tidak kooperatifnya terdakwa terhadap institusi lembaga penegak hukum khususnya Kejaksaan Negeri Padang Lawas Utara,” pungkasnya.(wol/bon/data3)

Editor: SASTROY BANGUN