Wagubsu: Jangan Ada Lagi Pengiriman TKI Ilegal ke Luar Negeri

Foto: Biro Humas dan Keprotokolan Setda Provsu

MEDAN, Waspada.co.id – Wakil Gubernur Sumut (Wagubsu), Musa Rajekshah, mengharapkan tidak ada lagi pengiriman Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal ke luar negeri. Selain persoalan hukum dan korban trafficking, TKI juga menjadi beban anggaran pemerintah daerah.

Hal itu disampaikan Wagub saat menerima audiensi Kepala Kanwil Kemenkum HAM Sumut Sutrisno beserta rombongan di rumah dinas, Senin (6/7). Menurutnya, selama ini ada beban anggaran yang harus ditanggung Pemprovsu dalam proses pemulangan TKI Ilegal dari Malaysia dan negara lain akibat dampak Covid-19.

Karena itu, ke depan Wagub meminta pada pihak imigrasi untuk lebih selektif lagi dalam hal pengawasan, agar tidak ada lagi TKI yang bekerja ke luar negeri tidak memiliki izin serta pengawasan di jalur tikus dan sebagainya. Wagub juga mengapresiasi kunjungan Kakanwil terkait Talkshow Pelayanan Keimigrasian di Era New Normal.

“Kami mendukung sinergi yang baik dengan Kanwil Kemenkumham Sumut yang selama ini telah berjalan dengan baik,” kata Musa atau biasa disapa Ijeck.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut, Riadil Akhir Lubis, juga berdiskusi pada Kanwil Kemenkum HAM Sumut mengenai penerapan sosial distancing yang perlu dilakukan pihak imigrasi dan Lembaga Pemasyarakatan untuk mencegah penyebaran Covid-19 pada masyarakat dan tahanan di Sumut.

Advertisement

Terkait pemulangan TKI, Kakanwil Kemenkum HAM Sumut menyambut baik saran-saran Wagubsu. Pihaknya juga telah koordinasi dengan pihak KBRI di negeri asal TKI. Imigrasi juga memberikan kelonggaran untuk TKI ilegal kembali ke Indonesia melalui jalur resmi.

“Karena aturan kita membolehkan itu dalam keadaan darurat seperti saat ini. Daripada mereka melalui jalur tikus yang lebih berbahaya,” ucap Sutrisno.

Di Lapas, Sutrisno menyampaikan Kanwil Kemenkum HAM Sumut menerapkan kebijakan tidak melakukan pertemuan tatap muka antara penjenguk dengan tahanan. Akan tetapi, menggunakan aplikasi video online dengan durasi 15 menit yang disediakan pihak Lapas.

“Para tahanan itu saya yakin bersih, karena dia tidak keluar dan bertemu orang. Nah orang dari luar yang kita antisipasi dapat menularkan virus itu,” katanya.(wol/aa/data3)

editor AUSTIN TUMENGKOL