Suhendra Hadikuntono, Sosok Sederhana Hanya Ingin Abdi Negara

Suhendra Hadikuntono, pengamat intelijen. (Foto: Inilah.com)

JAKARTA, Waspada.co.id – Suhendra Hadikuntono saat ini tengah menjadi perbincangan hangat masyarakat di seluruh Indonesia.

Bagaimana tidak, pria dengan sosok sederhana dan rendah hati itu ternyata telah banyak berjasa bagi masyarakat, nusa dan bangsa. Seperti disampaikan Rudi S Kamri pegiat media sosial yang mengakui Suhendra tergolong langka.

“Tidak ada ambisi apapun. Beliau (Suhendra-red) hanya ingin berbuat sesuatu untuk negeri tercintanya. Dengan kecukupan materi yang dimilikinya saat ini, ia hanya ingin menghabiskan sisa umurnya mengabdi kepada nusa dan bangsa,” katanya, Senin (13/7).

Menurutnya, Suhendra merupakan pemilik beberapa perusahaan multinasional yang bernaung dalam bendera Indo Sarana Prima Grup yang bergerak di bidang sekuriti, parking, fumigasi, plantation, furniture, dan PT Indo Cetta Prima salah satu perusahaan “Unicorn” indonesia.

Namun, dalam karier pria lulusan Universiti Kebangsaan Malaysia ini sengaja menghindari sorotan media massa di setiap aktivitasnya.

Advertisement

“Suhendra kelahiran Medan 50 tahun lalu itu selalu bekerja dan berkarya dalam senyap. Tapi apa yang telah dilakukannya untuk negeri membuat saya geleng-geleng,” tuturnya.

Rudi mengisahkan beberapa bulan setelah Joko Widodo menjabat Presiden RI pada 2014 silam adanya aksi ratusan ribu perangkat desa dari seluruh Indonesia datang ke Jakarta berdemo di Istana Merdeka.

Dalam aksinya, para perangkat desa menagih janji Jokowi saat kampanye mengangkat Aparatur Sipil Negara (ASN). Tetapi, kenyataannya tidak kunjung terealisasikan oleh Menteri Dalam Negeri yang saat itu yang dijabat Tjahjo Kumolo.

“Nah, akhirnya Suhendra yang saat itu menjabat sebagai Penasihat Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) turun tangan, pasang badan, dan berhasil menenangkan para demonstran. Namun, lagi-lagi keberhasilannya tak diliput media,” ujarnya.

Lebih lanjut, Rudi mengungkapkan Suhendra juga berhasil melawan mafia sepakbola Indonesia yang saat itu menjabat Ketua KPSN (Komite Perubahan Sepakbola Indonesia).

“Suhendra begitu gemas dengan semakin maraknya mafia sepakbola di Indonesia. Dia dibantu beberapa orang kemudian membentuk KPSN dan hebatnya Suhendra pula yang membiayai semua kegiatan KPSN, bahkan membiayai sebagian kegiatan operasional aparat kepolisian menangkap mafia,” ungkapnya.

“Harapannya, Suhendra tidak ingin apa-apa. Beliau hanya ingin sepakbola Indonesia kembali ke marwahnya sebagai alat pemersatu dan kebanggaan bangsa,” pungkasnya. (wol/lvz/data3)