Sosialisasikan Perda 6/2015 Tentang Pengelolaan Sampah, Butong Ajak Warga Gotong Royong

WOL Photo
Iklan

MEDAN, Waspada.co.id – Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Medan, Surianto SH, mengajak seluruh masyarakat Medan Marelan lebih proaktif membersihkan sampah di tiap lingkungan masing-masing, serta berpartisipasi manjaga kebersihan Kota Medan.

Ajakan itu ia katakan saat acara sosialisasi peraturan daerah (Perda) ke-4 tahun 2020, Perda Kota Medan Nomor 6/2015 tentang Pengelolaan Persampahan di Lingkungan I Kelurahan Paya Pasir Kecamatan Medan Marelan, Minggu (26/7)

“Bahas soal sampah memang tak ada habisnya. Kalau kita tidak pandai-pandai mengolahnya, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah yang ada selama ini seperti di TPA Terjun ini nggak akan dapat menampungnya. Karena itu, butuh komitmen bersama,” katanya.

Butong, sapaan akrabnya mengaku tak akan berhenti menyuarakan menjaga kebersihan lingkungan kepada seluruh konstituennya. Sebab, partisipasi masyarakatlah yang bisa mengubah wajah Kota Medan ini menjadi bersih dari sampah sesuai keinginan Pemko Medan.

“Perda Pengeloaan Persampahan terdiri XVII BAB dan 37 Pasal yang bertujuan menjaga kelestarian fungsi lingkungan hidup dan kesehatan masyarakat serta menjadikan sampah sebagai sumber daya. Sedangakan tujuan sosialisasi ini untuk menggugah kesadaran masyarakat hidup bersih,” ujarnya.

iklan

Butong menjelaskan, sampah yang dimaksud dalam perda tersebut yakni sampah rumah tangga dan sejenisnya yang berasal dari kawasan komersial, kawasan industri, kawasan khusus dan fasilitas umum. Perda juga mengatur tentang hak dan kewajiban, di mana setiap orang berhak mendapat pelayanan pengelolaan persampahan secara baik dan berkawasan lingkungan, juga berhak mendapat perlindungan akibat dampak negatif dari kegiatan tempat pemprosesan akhir sampah.

“Nah, untuk kewajiban warga yakni mengurangi sampah dengan cara yang berwawasan lingkungan. Menjaga dan memelihara kebersihan lingkungan. Sedangkan pihak pengelola kawasan koemersial, kawasan industri, kawasan khusus, fasilitas sosial dan umum wajib menyediakan fasilitas pemilahan sampah,” bebernya.

Ancaman Pidana
Anggota Komisi II DPRD Medan ini juga menjelaskan kalau dalam Perda ini juga mengatur tentang larangan dan ketentuan pidana. Seperti Pasal 32 dengan jelas mengatur larangan yakni setiap orang atau badan dilarang membuang sampah sembarangan di Kota Medan.

Menyelenggarakan pengelolaan sampah tanpa seizin Wali Kota dan menimbun sampah atau pendauran ulang sampah yang berakibat kerusakan lingkungan.

“Dalam Pasal 35 diatur soal ketentuan pidana yakni setiap orang yg melanggar ketentuan dipidana kurungan 3 bulan atau denda Rp10 juta. Sedangkan untuk suatu badan yang melanggar ketentuan dipidana kurungan 6 bulan atau denda Rp50 juta,” pungkas Butong.

Sebelumnya, perwakikan warga Lingkungan 2 Kelurahan Paya Pasir Jumali mengajak warga sekitar untuk bergotong royong membersihkan sampah yang ada di drainase baik Lingkungan I, 2, 8 dan 9. “Kalau ada yang tidak mau bisa diberikan sanksi. Karena ini untuk kepentingan bersama,” tegasnya.

Dalam pertemuan yang menerapkan protokol kesehatan sesuai Perwal 27/2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru, Butong mengajak warga untuk kembali menggalakkan gotong royong membersihkan parit, khususnya yang bersentuhan langsung dengan tempat pemakaman umum dan rumah ibadah. Setelah berdiskusi panjang, akhirnya disepakati tanggal 15 Agustus 2020 ke depan mulai diberlakukan gotong royong dan tanggal 8 Agustus 2020 khusus gotong royong penimbunan atau meninggikan kuburan (pemakaman). (wol/mrz/data3)

Editor: Agus Utama

Iklan