Sofyan Tan Salurkan Bantuan ke Pemandu Wisata

WOL Photo

MEDAN, Waspada.co.id – Tekanan pandemi Covid-19 terhadap sektor pariwisata selama 4 bulan terakhir paling berat dirasakan sopir dan kernek bus pariwisata termasuk pemandu wisata.

Anggota Komisi X DPR RI, Sofyan Tan, mengatakan profesi sebagai sopir, kernek mau pun pemandu wisata itu sepenuhnya mengandalkan keahlian, sehingga sangat bergantung kepada turis yang datang.

“Mereka itu adalah profesi yang tidak memiliki modal, sehingga sepenuhnya bergantung kepada trip yang dilayani,” ujar Sofyan Tan seusai penyerahan paket bantuan lauk siap saji (Balasa) dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) kepada sopir bus pariwisata di Rumah Aspirasi Sofyan Tan, Kompleks CBD Polonia, Jumat (3/7).

Dengan kondisi ini, Komisi X menurut Sofyan sejak awal berusaha agar sopir dan pemandu wisata bisa mendapat perhatian dari pemerintah.

“Mereka ini wajib mendapat perhatian serius, karena mereka merupakan lapis pertama yang paling terdampak dari berhentinya aktivitas pariwisata,” kata Sofyan.

Advertisement

Dijelaskan, Komisi X DPR RI juga sudah memperjuangkan agar para supir dan guide masuk ke dalam daftar penerima Bantuan Sosial Tunai sebesar Rp600 ribu, tetapi hal tersebut tidak bisa terealisasi.

“Karena kan memang jumlahnya terbatas dan itu sepenuhnya program dari Kemensos,” jelasnya.

Sementara itu, salah seorang supir penerima bantuan Januar Simbolon mengatakan, bantuan dari Kemenparekraf sedikit bisa membuatnya bernafas lega, karena bisa membantu keberlangsungan hidup keluarga.

“Karena selama 4 bulan tak bawa tamu, aku hanya mengandalkan pendapatan dari pekerjaan serabutan yang bisa kukerjakan,” kata Januar Simbolon.

Januar mengaku, bantuan dari Kemenparekraf merupakan bantuan ke empat yang ia terima selama pandemi berlangsung.

“Lumayan bisa membantu kebutuhan dapur lah, ada 3 anak yang harus saya kasih makan, Untuk wilayah Sumatera Utara (Sumut), Kemenparekraf menyiapkan sekitar 15 ribu paket yang penyalurannya dibantu pihak Kepolisian Daerah Sumatera Utara.(wol/eko/data3)

Editor: SASTROY BANGUN