Soal Penebangan Pohon di Jalan Cut Meutia, Ini Penjelasan Kadis Kebersihan

WOL Photo

MEDAN, Waspada.co.id – Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Medan, M Husni, mengklarifikasi temuan Komisi IV DPRD Medan atas tumbangnya belasan pohon di Jalan Cut Meutia beberapa waktu lalu.

Katanya, penebangan pohin itu berdasarkan pengajuan manajemen restoran Mutia Garden.

“Dan penebangan ini juga bagian dari upaya mendukung estetika menata kota,” ujar Husni dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi IV DPRD Medan yang dipimpin Ketua Komisi yakni Paul Mei Anton Simanjuntak.

Diakui Husni, sebelum masuknya pengajuan di Jalan Cut Meutia tersebut, pihaknya juga sudah melakukan analisa dari bulan Maret 2020 lalu bahwa ada sejumlah 8 pohon palem yang kondisinya rusak.

“Menurut kita palem usianya sudah 20 tahun dan tingginya 15 meter, secara estetika batangnya sudah rusak, dan rawan terjadi penumbangan. Lantas ada 4 pohon angsana juga sudah rusak di posisi pohon ini terjepit batangnya di bawah. Jadi sangat mengkhawatirkan dan beberapa waktu lalu ada beberapa pohon yang tumbang didaerah itu,” ungkapnya.

Advertisement

Berdasarkan hal tersebut, tambahnya, guna menata estetika kota, kepada pihak ketiga (PT Mugen/Restoran Mutia Garden) pihaknya telah memberi konsekwensi untuk mengganti pohon yang sudah ditebang dengan pohon baru yang tingginya 4-5 meter.

Tidak hanya itu, sebut Husni, kepada pihak ketiga juga diminta membuat resapan atau resblok. Kemudian trotoar ditata untuk sirkulasi air. “Jadi, sebenarnya ini kita tak menggunakan APBD, tapi dibantu pihak ketiga terhadap kondisi yang ada,” tandasnya.

Menanggapi hal itu pelaksana Direksi PT Mugen, Steven, mengatakan keputusan penebangan pohon sudah berdasarkan pendapat beberapa konsultan yang mengarahkan perlunya revitalisasi terhadap sejumlah pohon yang banyak berdiri di depan restorannya.

“Setelah diskusi kami putuskan revitalisasi pohon-pohon itu, sampai pada pembayaran retribusi izin penebangan pohon Rp4,5 juta untuk eksekusi 19 pohon dari 21 pohon yang direncanakan dengan syarat mau menanam kembali. Sekarang proses pengorekan lubang untuk pohon baru,” tukasnya.(wol/mrz/data3)

Editor: SASTROY BANGUN