Simpan Sabu 52 Kg Karena Terlilit Utang, Warga Tembung Pasrah Saat Diadili

WOL Photo/Ryan

MEDAN, Waspada.co.id – Terdakwa Zulkifli (44) warga Jalan Pertiwi, Gang Amat Rukun, Kelurahan Bantan, Kecamatan Medan Tembung rela menerima pekerjaan untuk menyimpan sabu seberat 52 kg karena terlilit utang.

Dalam dakwaan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Nurhayati Ulvia, menerangkan bahwa pada hari Selasa tanggal 10 Desember 2019, terdakwa sedang mengendarai becak motor (Bentor) untuk menyerahkan dua bungkus narkotika jenis sabu ke seseorang bernama Alwi (DPO).

“Pada saat terdakwa mengendarai bentor ada Petugas BNN memberhentikan bentor yang dikendarai terdakwa dan Tim BNN melakukan pemeriksaan dan ditemukan di jok sabu seberat 2 kg dan terdakwa bersama barang bukti langsung diamankan oleh petugas BNN. Selanjutnya terdakwa mengaku kalau ada narkoba lainnya yang disimpan dalam rumahnya,” terang jaksa di hadapan majelis hakim yang diketuai Saidin Bagaria, di Ruang Cakra VIII, Senin (13/7).

Lebih lanjut, setelah itu tim BNN langsung masuk ke dalam rumah dan terdakwa menunjukkan tempat penyimpanan pertama yaitu di bawah tempat tidur berada di bagian tengah rumah ditemukan 20 (dua puluh) bungkus Teh China Guanyinwang berisi sabu.

Selanjutnya Terdakwa dan Tim BNN menuju bagian belakang rumah tepatnya di dalam lemari pakaian ditemukan 28 bungkus sabu dengan teh kemasan yang sama total jumlah narkotika jenis sabu yang disita di rumah Terdakwa sebanyak 48 bungkus Teh China merek Guanyinwang total berat Brutto 49.960 (empat puluh Sembilan ratus enam puluh) gram.

Advertisement

Selain narkotika jenis sabu dari hasil penggeledahan di dalam lemari tersebut, ditemukan sejumlah uang tunai dalam bentuk 3 (tiga) tumpukan yang masing-masing diikat karet gelang dengan jumlah total Rp60 juta.

Jaksa juga menjelaskan, bahwa Arifin (DPO) menelpon terdakwa untuk menawarkan pekerjaan kepada terdakwa untuk menerima dan menyimpan barang kiriman miliknya untuk sementara dan Arifin (DPO) belum menyebutkan barang kiriman yang dimaksud adalah narkotika.

“Terdakwa menerima tawaran Arifin (DPO) disebabkan sangat butuh uang karena terlilit utang, yang saat itu terdakwa bercerita masalah ekonomi kepada Arifin,” pungkas Jaksa.

Demikian, setelah mendengar dakwaan dari Jaksa Majelis Hakim menunda persidangan hingga pekan mendatang.

Atas perbuatannya, terdakwa diancam Pasal 114 ayat (2) dan atau Pasal 112 ayat (2) Undang Undang tentang Narkotika.(wol/ryan/data3)

Editor: SASTROY BANGUN