Rombongan Pertama Jemaah Haji Tiba di Mekah, Larangan Sentuh Kakbah dan Hajar Aswad Masih Berlaku

foto: (Saudi Press Agency/Handout via REUTERS)

MEKAH, Waspada.co.id – Rombongan pertama jemaah haji 2020 tiba di Kota Mekah, Minggu (26/7) waktu setempat. Pemerintah Arab Saudi memutuskan menggelar pelaksanaan ibadah haji secara terbatas karena pandemi virus corona.

Setelah menyelesaikan prosedur kedatangan, para jemaah dibawa ke akomodasi mereka di Mekah, diawasi oleh Kementerian Haji dan Umrah. Mereka akan tinggal di sana selama empat hari sebelum memulai proses ibadah haji pada 30 Juli.

Saudi membatasi umat Muslim yang bisa menunaikan ibadah haji sebanyak 1.000 orang. Warga asing yang dibolehkan berhaji hanya mereka yang sudah berada di Saudi sebelum pemberlakuan penguncian wilayah atau pembatasan kegiatan.

Dari 1.000 jemaah, sekitar 700 di antaranya adalah ekspatriat.

Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Saudi telah menetapkan protokol di seluruh lokasi pelaksanaan ibadah haji. Termasuk melarang jemaah menyentuh Kakbah dan Hajar Aswad.

Advertisement

Jemaah yang dibolehkan beribadah tahun ini hanya mereka yang berusia di bawah 65 tahun dan tidak mempunyai penyakit bawaan.

Seluruh calon jemaah haji yang telah memenuhi syarat untuk melakukan karantina mandiri sepekan sebelum memulai proses ibadah haji yang akan dimulai pada 29 Juli mendatang.

Khadija, ekspatriat dari Bulgaria, tak menyangka bisa melaksanakan ibadah haji tahun ini. Dia bahkan berlinang air mata ketika pertama kali mendengar kabar tersebut. “Saya yakin haji tahun ini akan menjadi yang luar biasa dalam segala hal.”

Abdullah Al-Kathiri, seorang warga Uni Emirat Arab mengaku baru bisa menunaikan haji sekarang karena tahun lalu bertepatan dengan rencana pernikahannya.

“Saya mendengar dari banyak orang yang melakukan haji dalam beberapa tahun terakhir bahwa prosesnya selalu lancar, bahkan dalam jumlah besar,” kata pria yang baru sembuh dari Covid-19 itu seperti dilansir dari Arab News, Senin (27/7).

“Jadi Anda bisa membayangkan bagaimana jadinya dengan jumlah jemaah yang terbatas tahun ini. Tentunya itu akan menjadi pengalaman hebat.”

Haifa Yousef Hamdoon, dokter asal Tunisia di Qassim, mengatakan tidak banyak berharap bisa naik haji tahun ini mengingat jumlah jemaah yang terbatas. “Ketika saya menerima konfirmasi permohonan haji, saya sangat senang dan tidak menyangka,” katanya.

Mu’taz Mohamed, jemaah asal Sudan yang tinggal di wilayah Qassim, menyambut baik penerapan protokol kesehatan dan pencegahan yang dilakukan untuk memastikan keselamatan para jemaah. Kata dia hal itu memungkinkan mereka melakukan ritual dengan aman. (cnn/data2)