Restoran Mutia Garden Harus Ikuti Estetika Kota, Pengembang: Kami Bersedia Lakukan Penataan

WOL Photo

MEDAN, Waspada.co.id – Pasca munculnya pemberitaan penebangan pohon di depan restoran Mutiara Garden di Jalan Cut Mutia, Kelurahan Madras, Kecamatan Polonia, beberapa waktu lalu, akhirnya DPRD Medan mendesak pihak manajemen Mutia Garden mengikuti estetika kota.

Anggota Komisi IV DPRD, Hendra DS, mempertanyakan kebijakan pihak Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Medan melakukan penebangan 19 pohon di Jalan Cut Meutia Kelurahan Madras Hulu Kecamatan Medan Polonia. Katanya, kalau alasan peremajaan jangan hanya dilakukan di depan Mutia Garden saja tetapi sepanjang Jalan Cut Mutia secara keseluruhan.

“Kita harapkan penebangan pohon alasan peremajaan/replanting jangan hanya di depan restoran Mutia Garden tetapi harusnya di sepanjang Jalan Cut Meutia,” katanya saat mengikuti rapat dengar pendapat (RDP) bersama pihak Dinas Kebersihan dan Pertamanan dan manajemen restoran Mutia Garden.

Rapat dipimpin Ketua Komisi IV DPRD Medan Paul Mei Anton Simanjuntak didampingi Wakil Ketua Edy Eka Suranta Meliala, Sekretaris Komisi IV Burhanuddin Sitepu dan anggota Hendra DS, Syaiful Ramadhan, Antonius Tumanggor, Dedy Akhsyari Nasution, M Rizky Nugraha, Edwin Sugesti Nasution, Dame Duma Sari Hutagalung dan Daniel Pinem. Hadir juga Kepala Dinas KP M Husni, Dinas Perkimtaru Medan Chayadi dan pihak restoran Stevan.

Menurut Hendra DS kiranya pihak pemilik restoran Mutiara Garden dapat membantu Pemko Medan memperindah taman di Kota Medan.

Advertisement

“Pengusaha kiranya membantu pengadaan taman dan ruang terbuka hijau (RTH) di Kota Medan. Jangan hanya di halaman saja. Pemko Medan sudah berkenan menyahuti permohonan menebang kayu tapi seharusnya dibalas dengan kompensasi yang menguntungkan bagi semua pihak,” saran Hendra.

Sementara itu Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Medan M Husni dalam rapat menyampaikan pihaknya mengakui melakukan penebangan pohon 19 batang di Jalan Cut Meutia. Adapun alasan penebangan dilakukan karena pihak restoran mengajukan permohonan penebangan.

Dan sesuai program Pemko Medan akan ada melakukan revitalisasi penataan pohon di Kota Medan, maka permohonan disahuti.

“Kompensasinya, selain menerima retribusi pohon juga pihak pengusaha diwajibkan melakukan penanaman bibit pohon Tabebuya di Jalan Cut Meutia. Bahkan pengusaha bersedia menanam pohon mahoni 50 batang sebagai pengganti penghijauan,” ujar Husni.

Ditambahkan M Husni, penebangan pohon dilakukan karena jenis pohon Palm dan Angsana sudah tua dan lapuk. Maka dalam peremajaan merupakan hal yang prioritas.

Sementara itu pihak pemilik restoran Mutiara Garden Stevan, dihadapan dewan mengaku siap menjalankan kewajiban sebagai kompensasi penebangan pohon di depan usahanya.

Stevan mengatakan bersedia melakukan menanam pohon jenis Tabebuya sebagai pengganti pohon yang ditebang sesuai anjuran Pemko Medan.

“Kami bersedia melakukan penataan taman dan tetap mengikuti estetika kota agar lebih cantik dan baik. Kami berkomitmen dan bertanggung jawab merawat pohon mulai penanaman hingga selanjutnya. Kami juga bersedia menjalankan tuntutan Pemko memperindah kota lebih baik,” pungkasnya.(wol/mrz/data2)

Editor: SASTROY BANGUN