Positif Covid-190, Pupus Harapan Calon Mahasiswa Masuk PTN

foto: Antara

KENDARI, Waspada.co.id – Sebanyak empat calon mahasiswa baru di Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari dilaporkan terinfeksi virus Covid-19. Akibatnya, niatan mereka kuliah pupus karena tidak bisa mengikuti Ujian Tertulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN).

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan diminta tidak diskriminatif terhadap calon mahasiswa baru yang terinfeksi virus Corona. Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Amirul Tamim, menyebut pemerintah sejatinya berlaku adil kepada rakyatnya termasuk calon mahasiswa yang terinfeksi.

“Pemerintah tidak boleh diskriminatif hanya karena mereka terinfeksi virus Corona. Hak dan kewajiban mereka juga harus dipenuhi,” kata Amirul, Sabtu (11/7).

Senator asal Sultra ini menyebut harusnya Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) ikut menyertakan kebijakan baru terhadap calon mahasiswa baru yang terinfeksi virus Covid-19. Sebab, calon mahasiswa ini juga punya hak mengenyam pendidikan di Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

“Jangan kita matikan semangat dan masa depan mereka, kasihan. Negara sudah mengeluarkan anggaran besar soal penanganan Corona. Harus ada kebijakan baru agar mereka juga ini diakomodir ikut tes, apakah ikut tes di ruang isolasi atau seperti apa,” imbuhnya.

Advertisement

“Tidak ada kata lain harus diberikan toleransi dengan cara apapun. Tidak perlu ada regulasi, cukup ada kebijakan untuk tetap mereka ikut tes,” katanya.

Bila calon mahasiswa baru terinfeksi Covid-19 dan tidak bisa diikutkan tes SBMPTN, Amirul menyebutkan pejabat negara yang terinfeksi harusnya juga diberhentikan.

“Kalau begitu kebijakan negara, maka Wali Kota Bogor yang terkena Corona tidak boleh jabat wali kota lagi. Menteri Perhubungan juga diberhentikan. Tidak boleh diskriminatif, negara harus menyelamatkan semua,” tuturnya.

Anggota DPR RI, Ridwan Bae, menilai larangan terhadap calon mahasiswa tidak ikut tes SBMPTN karena terinfeksi Covid-19 sama dengan mematikan masa depannya. Untuk itu, Ridwan berharap Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan turut membuat kebijakan susulan terhadap calon mahasiswa baru yang terinfeksi virus Corona.

Sebelumnya, Wakil Rektor I UHO Kendari La Hamimu mengatakan sudah ada 1.894 calon mahasiswa baru yang menjalani rapid test sejak 4-9 Juli lalu. Sebanyak 14 orang dinyatakan reaktif dan empat orang keluar tes swab PCR dengan hasil positif.

Berdasarkan surat edaran Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) No: 18/SE.LTMPT/2020 tentang Persyaratan Kesehatan dalam Pelaksanaan UTBK-SBMPTN 2020, Hamimu menyebut peserta reaktif tidak bisa mengikuti UTBK tahap satu pada 5-13 Juli 2020.

Kepada calon mahasiswa baru yang dinyatakan reaktif kemudian diisolasi dan selanjutnya menjalani tes swab. Bila hasilnya negatif, maka akan ikut tes tahap dua pada 20-29 Juli mendatang. (wol/aa/cnnindo/data2)

editor AUSTIN TUMENGKOL