Pengamat: Atasi Covid-19 dan Pembenahan Ekonomi Tidak Bisa Bersamaan

Foto: antara

JAKARTA, Waspada.co.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi), tampaknya terus sibuk mencari cara menghadapi dua masalah sulit yang tengah dialami bangsa Indonesia. Pertama, berkaitan ancaman resesi ekonomi karena Pemerintah telah memprediksi Corona membuat pertumbuhan ekonomi kuartal II 2020 minus hingga 3,8 persen.

Bila ramalan terbukti, potensi Indonesia masuk ke jurang resesi bisa makin besar. Apalagi kalau pertumbuhan minus itu berlanjut ke kuartal III 2020. Kedua, peningkatan kasus positif Covid-19. Di tengah ancaman resesi tersebut, kasus infeksi dan korban virus Corona semakin berjatuhan.

Menurut ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Tauhid Ahmad, pemerintah harus tegas dalam menentukan prioritas menyelesaikan Covid-19 dulu atau membenahi ekonomi. Menurutnya, pemerintah tidak bisa menyelamatkan keduanya secara bersamaan.

Dikatakan, harus ada yang dikorbankan di sini dan semestinya pemerintah fokus dalam menurunkan kasus virus Corona atau masalah kesehatan dulu. Caranya, kembali memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di berbagai wilayah dengan aturan tegas atau tidak seperti selama ini yang longgar.

“Lihat negara-negara yang berhasil menurunkan kasus virus Corona dan ekonominya sudah kembali jalan. Itu pandemi yang menjadi fokus dulu, pandemi dikerjakan dulu baru ekonomi,” katanya, Sabtu (11/7).

Advertisement

Tauhid mengungkapkan upaya pemerintah yang melonggarkan pembatasan di ruang publik seperti sekarang justru akan membawa musibah. Pasalnya, jumlah kasus penularan Covid-19 belum berada dalam trend penurunan.

“Kalau pemerintah berdamai dengan virus corona, tapi jumlah penularan kasusnya tinggi ya bagaimana industri mau buka kembali? Buka lagi, nanti karyawan ada yang tertular. Perusahaan tidak mau ambil risiko, apalagi investor,” jelas Tauhid.

Oleh karena itu, Tauhid menyarankan pemerintah tak perlu ragu-ragu PSBB diberlakukan lagi di tengah peningkatan kasus virus corona. (wol/lvz/cnn/data2)

editor AUSTIN TUMENGKOL