Pemprovsu Siap Kolaborasi Wujudkan Ekosistem Digital

Foto: Biro Humas dan Keprotokolan Setda Provsu

MEDAN, Waspada.co.id – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) mendukung dan siap berkolaborasi dalam upaya mewujudkan ekosistem digital yang lebih baik di masa mendatang.

Apalagi, pandemi Covid-19 menghasilkan fenomena low touch economy atau aktivitas ekonomi yang meminimalkan sentuhan fisik telah mendorong untuk mengadopsi teknologi digital. Hal ini disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Sumut (Sekdaprovsu) Dr Hj R Sabrina pada webinar “Peran Industri Internet dalam Memutus Rantai Penularan Covid-19 dan mendukung Kebiasaan Baru di Sumut”, Selasa (14/7).

Webinar turut menghadirkan Dirjen Kementerian Komunikasi dan Informatika RI Ahmad M Ramli, Ikhsan Baidrus dari Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia, dan Komang B Aryasa mewakili Telkom Subdit Jasa Telkom. Sabrina didampingi Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut Riadil Akhir Lubis dan Plt Kadis Kominfo Sumut Irman Oemar.

“Kondisi ini telah menciptakan momentum percepatan transformasi teknologi, khususnya digitalisasi proses bisnis di berbagai aktivitas sosial dan ekonomi. Bahkan diyakini hal ini akan menjadi kebiasaan baru di masa medatang. Tentu infrastruktur teknologi informasi menjadi pendukung utama,” ucap Sabrina.

Dalam mewujudkan ekosistem digital yang baik, Pemprovsu meminta untuk saling bekerja sama dan bahu-membahu meningkatkan kapabilitas yang telah dimiliki, terutama pada daerah-daerah blank spot di Sumut.

Advertisement

“Kami mengharapkan pengembangan sektor digital tidak hanya menyasar pada industri menengah ke atas. Namun penetrasi yang dilakukan harus menjangkau seluruh usaha riil dan UMKM yang telah mampu menjadi penyelamat ekonomi di saat krisis. Kami yakin usaha riil dan UMKM berkontribusi terhadap PDRB dan penyerapan tenaga kerja,” katanya.

Ahmad Ramli menyatakan pentingnya edukasi pada masyarakat tentang penggunaan aplikasi dalam berbagai kegiatan memutus mata rantai Covid-19. Dari data, total ada 70.670 desa/kelurahan yang sudah terjangkau jaringan 4G dan 12.548 desa/kelurahan belum terjangkau.

Ahmad mengatakan pemanfaatan internet di Danau Toba yang merupakan sektor prioritas pertumbuhan ekonomi di Sumut sudah didukung 100% jaringan 4G. Karena itu, diharapkan mampu mengembangkan marketplace untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi UMKM di Sumut.

Dalam paparannya, Ikhsan Baidrus menyampaikan data Google’s Community Mobility Report menunjukkan penurunan mobilitas masyarakat Indonesia di sekitar tempat kerja, pusat perbelanjaan serta pusat rekreasi. Sebaliknya ada peningkatan mobilitas masyarakat di sekitar wilayah pemukiman.

Komang B Aryasa juga memperkenalkan aplikasi yang bermanfaat untuk pencegahan dini Covid-19 bagi masyarakat dan pemerintah. Aplikasi tersebut bernama PeduliLindungi yang sudah dapat diunggah di playstore.

Aplikasi PeduliLindungi bermanfaat untuk memberi informasi masyarakat bila pernah berdekatan dengan suspect Covid-19 dalam 14 hari terakhir dan lokasinya. Selain itu, memudahkan proses identifikasi ODP ketika masuk wilayah Indonesia dan lainnya. (wol/aa/data3)

editor AUSTIN TUMENGKOL