PEMASU “Ngadu” Perbuatan Kadis Pendidikan Kepada Gubernur Sumut

WOL Photo
Iklan

MEDAN, Waspada.co.id – Persatuan Mahasiswa Sumatera Utara (PEMASU), adukan perbuatan Plt Kepala Dinas Pendidikan Lasro Marbun kepada Gubernur Sumatera Utara, terkait kasus hilangnya uang di pelataran parkir Kantor Gubsu senilai Rp1,6 miliar dan dugaan korupsi.

Kordinator aksi, Sahnan Siregar, menjelaskan ada dugaan permasalahan Lasro Marbun terkait kasus korupsi
‘uninterruptible power supply’ (UPS) di 25 SMA/SMKN pada Dinas Pendidikan Menengah Kota Administrasi Jakarta Barat pada APBD Perubahan Tahun Aggaran 2014.

“Nilainya mencapai Rp1,2 triliun,
Selain kasus di Dinas Pendidikan, Lasro Marbun ini juga diduga melakukan pembohongan kepada Gubernur Ahok, yakni soal rencana pembelian tanah seluas 9.618 meter persegi di tengah-tengah Tempat Pemakamam Umum Pondok Kelapa,” ungkapnya.

Diterangkan, hilangnya APBD Sumut TA. 2019 senilai Rp1,6 miliar di halaman kantor Gubsu yang ditangani inspektorat Lasro Marbun tidak mempunyai penyelesaian akhir.

“Dengan dasar ini kita menilai Gubernur Sumatera Utara telah salah memilih Lasro Marbun sebagai Plt. Dinas Pendidikan Sumatera Utara,” tegasnya, Rabu (29/7).

iklan

Tak hanya itu, Sahnan juga meminta kepada Kapolda Sumatera Utara agar memanggil dan memeriksa Lasro Marbun terkait dugaan tindak pidana korupsi, dan penanganan hilangnya APBD Sumut TA. 2019 senilai Rp1,6 miliar di halaman Kantor Gubsu.

“Meminta kepada Kapolda Sumatera Utara melakukan penyelidikan hilangnya APBD Sumut TA. 2019 senilai Rp1,6 miliar di halaman Kantor Gubsu yang ditangani inspektorat Lasro Marbun,” ucapnya.

Sebelumnya, Pengadilan Negeri Medan sudah menjatuhi ke empat tersangka perampokan uang yang hilang di pelataran parkir Kantor Gubsu dengan hukuman 5 tahun penjara, karena telah melanggar Pasal 363 ayat 1ke 4 e KUHPidana.

Ke empat tersangka yakni, Musa Hardianto, Nico Demus Sihombing, Niksar Sitorus, dan Indra Haposan.

Mengutip fakta dari persidangan, ke empat tersangka mengaku sudah berencana untuk merampok uang dengan cara mengintai petugas saat pergi ke bank untuk mencairkan uang sejumlah Rp1,6 miliar.(Wol/ryan/Iman/data3)

Editor: SASTROY BANGUN

Iklan