Pegawai Lapas Tanjunggusta Tes Urine, BNN dan Polisi Jadi Saksi

WOL Photo

MEDAN, Waspada.co.id – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IA Tanjunggusta Medan, mendadak melakukan tes urine terhadap seluruh pegawai.

Para pegawai terdiri dari jajaran petugas pengamanan, pelayanan tahanan, administrasi, keuangan, pengolahan bahan sitaan, rehabilitasi, dan beberapa staf serta jajaran lainnya.

Kepala Lapas Kelas I A Tanjunggusta Medan, Frans Elias Nico, menjelaskan pengecekan secara mendadak ini merupakan program dari Kakanwil Kemenkumham Sumut, guna memberantas penyalah gunaan narkotika di lingkungan Lapas.

“Iya, ini dilakukan secara mendadak, kalau tidak mendadak ini bisa semuanya siap-siap,” katanya, Jumat (10/7).

Dirinya juga menerangkan, bahwa seluruh pegawai yang bekerja wajib mengikuti dan mengecek urine.

Advertisement

“Ada 200 pegawai yang ikut mengecekkan urinenya, dan seluruhnya wajib dilakukan,” ujar Kalapas Tanjunggusta itu.

Pada pengetesan urine ini, pihak Lapas Tanjunggusta Medan turut bekerjasama dengan pihak kepolisian dan BNN Kota Medan agar menyaksikan pengetesan urine.

“Pihak kepolisian dan BNN kita undang untuk menjadi saksi, sekaligus menyaksikan rekan kita yang di tes urinenya,” katanya.

Dari hasil tes urine yang dilakukan, Kalapas itu menyebutkan bahwa asa yang reaktif, namun bukan karena narkotika.

“Untuk yang reaktif ada, tapi setelah kita telusuri karena pegawai tersebut mengonsumsi obat,” jelasnya.

Saat dinyata apakah nantinya pihak lapas akan melakukan hal serupa secara berkala, Nico mengaku hal serupa memang sudah dilakukan kantor wilayah secara rutin, namun tidak tau berapa bulan sekali.

“Karena ini program dari Kakanwil, jadi kita gak tau ini berapa bulan sekali, tapi biasanya memang rutin,” pungkasnya.

Di lain tempat, Kakanwil Kemenkumham, Sutrisno, menyatakan bahwa program ini dilakukan guna tertibnya wilayah hukum dari penyalahgunaan narkotika.

“Ya, dalam rangka meningkatkan pencegahan terhadap pemakaian narkoba yang dilakukan oleh pegawai kementerian hukum dan ham,” Sutrisno membenarkan.

Dikatakan, diperintahkannya program ini, agar seluruh pegawai bebas dari penyalahgunaan narkotika.

“Hal ini dimaksudkan dalam rangka memerangi dan memberantas narkoba di jajaran Kumham wilayah Sumatera Utara ini,” pungkasnya.(wol/ryan/data3)

Editor: SASTROY BANGUN