PDIP Akui Rieke Dicopot karena RUU HIP dan Omnibus Law

Ketua Fraksi PDIP Utut Adianto menggelar jumpa pers di ruangan Fraksi PDIP, Gedung DPR, Jakarta (Foto: Kiswondari)
Iklan
agregasi

JAKARTA – Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menjelaskan alasan mencopot Rieke Dyah Pitaloka sebagai Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR dengan Muhammad Nurdin lantaran PDIP ingin maksimal dalam mengawal 2 Rancangan Undang-Undang (RUU) yang penting yakni, RUU Omnibus Law tentang Cipta Kerja dan RUU tentang Haluan Ideologi Pancasila (HIP).

“Pergantian ini tentu bukan semata-mata untuk penyegaran atau rotasi biasa, kita tahu bahwa dalam waktu dekat Baleg akan penuh dengan tugas-tugas berat, kalau kita lihat omnibus law sudah mendekati titik-titik yang krusial, selain omnibus law tentu saja ada RUU Haluan Ideologi Pancasila,” kata Ketua Fraksi PDIP DPR Utut Adianto dalam konferensi pers di Ruang Fraksi PDIP, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (9/7/2020).

Kemudian, Sekretaris Fraksi PDIP DPR Bambang Wuryanto (Pacul) menambahkan bahwa RUU Omnibus Law ini sangat tebal, ada 15 bab di dalamnya dengan topik bahasan yang beragam. Dan lagi, omnibus law ini menjadi primadona Presiden Joko Widodo (Jokowi) sehingga, PDIP sebagai partai pengusung utama pemerintahan Jokowi harus mengawal omnibus law dengan optimal.

“Ini (omnibus law) adalah RUU yang menjadi primadona Presiden Joko Widodo, ini primadona beliau, ini menjadi UU yang beliau selalu tanyaken perkembangannya,” jelas Pacul.

Menurut dia, wajar jika PDIP menurunkan tim terbaik untuk mengawal omnibus law di Baleg DPR. Di Baleg, PDIP mendapatkan alokasi 18 kursi dan ketua kelompok fraksi (Kapoksi) Baleg yakni Sturman Panjaitan yang merupakan jenderal TNI bintang 2. Dan ke depannya, rotasi akan dijalankan dari waktu ke waktu sesuai kebutuhan.

iklan

“Oleh karenanya kami butuh pemimpin yang firm punya disiplin kelas satu, siapa dia? Jenderal Sturman Panjaitan. Nah, untuk bisa bisa menyatukan seluruh lini ini, yang tadi dijelaskan pak Ketua Fraksi, ini babnya macam-macam, pergantian macam-macam,” terangnya.

Sehingga, orang yang paling tepat untuk menjadi pimpinan Baleg DPR dari Fraksi PDIP yakni, Komjen (Purn) Muhammad Nurdin karena membutuhkan orang yang paham masalah dan punya disiplin tinggi. Namun, bukan berarti Rieke dan yang lain tidak disiplin.

“Tapi beliau sudah bisa memilah kepalanya dalam berbagai sektor pikiran, karena apa? Karena beliau komjen bintang 3 sudah pernah menjadi kapolda 2 kali. Artinya, pemahaman secara utuh terhadap setiap persoalan clear,” tandasnya.

Iklan