“Maria” Dilepasliarkan Dengan Mengikuti Protokol Covid-19

WOL Photo

MEDAN, Waspada.co.id – Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Utara (BBKSDSU) melepasliarkan Orangutan “Maria” di Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) tepatnya di daerah Sikundur Sei Pinang, Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.

Kepala BBKSDASU, Hotmauli Sianturi, mengatakan Orangutan Sumatera (Pongo abeli) berusia 13 tahun yang diselamatkan oleh Balai Besar KSDA Sumatera Utara (BBKSDSU) dan Orangutan Information Centre (O1C) pada tanggal 18 Juni 2020 di Desa Bukit Mas Kecamatan Besitang Kabupaten Langkat diberi nama Maria.

Dirinya juga menjelaskan, menurut data Maria telah 5 kali direscue dari sekitar willayah tersebut dan telah ditranslokasi ke lokasi yang lebih aman di lokasi restorasi Halaban dan Cinta Raja Taman Nasional Gunung Leuser, namun tetap keluar habitat mendekati wilayah kebun masyarakat.

“Rescue terakhir, Maria didapati dalam kondisi kesehatan yang memerlukan perawatan intensif sehingga dibawa ke Pusat Karantina dan Rehabilitasi Orangutan Sumatera (PKOS) di Sibolangit pada tanggal 18 Juni 2020,” jelasnya, Rabu (8/7).

Lebih lanjut, beberapa hari setelah Maria dirawat di PKOS Sibolangit, laporan dari Senior Vet SOCP, drh. Yenny Saraswati, bahwa kondisi kesehatan orangutan stabil sehingga bisa segera dilepasliarkan kembali, dengan merujuk kepada Surat Edaran Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem tentang Petunjuk Teknis Pelepasliaran Satwa Liar DI Masa Pandemi Covid-19.

Advertisement

Kegiatan pelepasliaran orangutan kali ini memperhatikan protokol kesehatan. Bagi petugas harus bebas Covid-19 dan yang lainnya akan berada relatif jauh dari orangutan yang akan dilepasliarkan.

Khusus untuk orangutan sendiri, pelepasliaran juga memperhatikan protokol karantina orangutan liar yang masuk rehabilitasi, yakni jika kondisi kesehatan pulih maka sebelum 14 hari dapat dilakukan pelepasliaran kembali.

“Namun, jika lebih dari tenggat waktu tersebut harus masuk program rehabilitasi yang memerlukan waktu yang lebih lama. Di samping itu hasil uji PCR yang dilaksanakan oleh Pusat Studi Satwa Primata (PSSP) Institut Pertanian Bogor (IPB) terhadap “Maria” juga hasilnya negatif Covid-19,” pungkasnya. (wol/ryan/data2)

Editor: SASTROY BANGUN