LSM Penjara Paluta Siap Bawa Kasus Dugaan Korupsi ADD Aek Haruaya ke Jalur Hukum

Foto: Ketua DPC LSM Penjara Kabupaten Paluta, Berlin Hamonangan Siregar (tengah)

PALUTA, Waspada.co.id – Sungguh sangat disesalkan salah satu pernyataan sikap yang dilontarkan Kades Aek Haruaya Kecamatan Portibi Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) saudara Armada Siregar di salah satu media lokal yang menyatakan bahwa terkait pengaduan masyaratnya sendiri atas dugaan penyalah gunaan Dana Desa dan Anggaran Dana Desa (ADD) mengandung unsur politik dan mengarah pada fitnah.

Di mana saudara Armada Siregar selaku Kades Aek Haruaya yang sedang menjalanai proses pemeriksaan terkait permasalahan dugaan penyalahgunaan Anggaran Dana Desa Aek Haruaya yang dilaporkan oleh masyarakatnya yang kecewa atas kepemimpinannya selama ini.

Terkait permasalannya itu, saudara Armada Siregar menganggap adanya indikasi muatan politis dari beberapa warganya terlebih menjelang berakhirnya masa jabatannya sebagai kepala desa.

Menanggapi hal itu Ketua DPC LSM Penjara Kabupaten Paluta yang juga salah satu tokoh pemuda Desa Aek Haruaya, Berlin Hamonangan Siregar, mengaku sangat menyesalkan pernyataan kepala desanya. Katanya pernyataan itu merupakan pernyataan sikap yang sangat keliru dan terkesan mengada-ada.

Ia juga mengatakan Kepala Desa Aek Haruaya sengaja membangun opini yang sesat agar bisa mengambil simpati masyarakat Desa Aek Haruaya di saat dia sedang terperiksa terkait duagaan penyalahgunaan Dana Desa dan Anggaran Dana Desa.

Advertisement

“Untuk masalah bangunan GOR (Gedung Olah Raga) yang dinyatakan Kepala Desa Aek Haruaya kita sebagai masyarakat Desa Aek Haruaya tidak pernah mengetahui pembangunan GOR tersebut bersumber dari dana apa. Dan selama ini Kepala Desa Aek Haruaya mengatakan bahwa gor tersebut milik pribadinya dan berusaha menutup-nutupi pembangunan GOR tersebut kepada masyarat,” ketusnya.

Berlin menambahkan, untuk masalah pembangunan GOR tersebut, pihaknya akan mempelajari dulu. “Dan jika sudah rampung, semua data-datanya kita juga akan buat lapopran pengaduannya. Kita mau masalah ini terang benderang. Kalau memang Kepala Desa Aek Haruaya merasa tidak bersalah, biar di hukum yang menjelaskan,” pungkasnya.(wol/bon/data3)

Editor: SASTROY BANGUN