Hari Ini Vonis Mantan PM Malaysia Najib Razak terkait Kasus Mega Korupsi 1 MDB, Sidang Dikawal Ketat

Mantan Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak. (Mohd Rasfan/AFP)

KUALA LUMPUR, Waspada.co.id – Mantan Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak, akan mendengarkan putusan hakim dalam persidangan kasus korupsi pertamanya pada Selasa (28/7), setelah bertahun-tahun berkeras menyatakan dirinya tidak bersalah

Sidang Putusan Najib Razak yang tersandung kasus korupsi bernilai miliaran dolar dari dana investasi 1MDB (1Malaysia Development Berhad akan dikawal ketat.

Dilansir Associated Press, Najib menghadapi 42 dakwaan mulai dari penyalahgunaan kekuasaan hingga pencucian uang dari lima percobaan terpisah terkait dengan 1MDB.

“Keputusan ini adalah ujian bagi independensi lembaga-lembaga politik Malaysia dan aturan hukum di negara yang melihat kekacauan ini dalam beberapa bulan terakhir,” kata peneliti rekanan kehormatan di Universitas Nottingham Malaysia, Bridget Welsh.

Welsh menyatakan putusan itu akan menempatkan Perdana Menteri Muhyiddin Yasin di bawah pengawasan publik.

Advertisement

Muhyiddin dipecat sebagai wakil Najib pada 2016 karena berbicara tentang skandal 1MDB. Namun, saat ini ia terikat dengan partai Najib atas dukungannya.

Partai Najib, UMNO, menjadi blok terbesar dalam aliansi nasionalis Melayu saat ini yang dibentuk pada Maret setelah “kudeta politik” oleh partai Muhyiddin, Partai Pribumi Bersatu Malaysia, yang menggulingkan pemerintahan koalisi Pakatan Harapan.

Analis mengatakan putusan dalam persidangan pertama Najib akan memiliki efek beriak pada kasus korupsi lainnya, dan mengirim sinyal kepada komunitas bisnis tentang sistem hukum Malaysia dalam menangani kejahatan keuangan internasional.

Najib mendirikan 1MDB ketika ia menjabat pada 2009 untuk mempercepat pembangunan ekonomi Malaysia. Namun organisasi itu mengakumulasi miliaran utang.

Penyelidik Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI) menuduh setidaknya USD$4,5 miliar telah dicuri dari dana tersebut dan dicuci oleh rekanan Najib untuk membiayai film-film Hollywood, membeli hotel, kapal pesiar mewah, karya seni, perhiasan, dan pemborosan lainnya.

Lebih dari USD$ 700 juta dari dana tersebut diduga masuk ke rekening bank Najib.

Istri Najib, Rosmah Mansor, dan beberapa pejabat dari partainya juga dituntut atas tuduhan korupsi. Malaysia juga menyeret bank investasi AS, Goldman Sachs, ke pengadilan karena diduga menyesatkan investor atas penjualan obligasi untuk 1MDB.

Sementara itu Najib membantah telah melakukan kesalahan dan menyebut penuntutan atas dirinya sebagai serangan politik. (Associated Press/cnn/data2)