GTPP Covid-19 Medan: Kita Pelajari Dulu Surat Edaran Menkes Soal Tarif Rapid Test

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Medan, dr Mardohar Tambunan M.Kes (WOL Photo)

MEDAN, Waspada.co.id – Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kota Medan, dr Mardohar Tambunan M.Kes, mengaku belum menerima informasi secara resmi mengenai Surat Edaran Nomor HK.02.02/I/2875/2020 tentang Batasan Tarif Tertinggi Pemeriksaan Rapid Tes Antibodi.

Namun ia berkeyakinan kalau surat tersebut sudah keluar secara resmi, pihak rumah sakit yang menjadi rujukan untuk pemeriksaan rapid test dipastikan sudah menerima informasi tersebut.

“Cuma yang menjadi masalah, apakah rumah sakit rujukan itu akan menuruti surat edaran itu? Itu dia kendalanya. Tapi, mau atau tidak rumah sakit harus mematuhinya. Kalau tidak, akan berhadapan dengan kita (Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Medan, red),” tegasnya, Sabtu (11/7).

Sekretaris Dinas Kesehatan Medan ini menambahkan, pihaknya akan merespon surat edaran tersebut mulai pekan depan. Soal bakal adanya penolakan dari rumah sakit rujukan mengenai harga, ia pun tidak menampiknya bakal menemukan situasi tersebut.

“Walaupun pihak rumah sakit harus mematuhi surat edearan itu, kita akan terus pelajari aturan baru ini yang terus berkembang. Kira-kira menyalahi nggak! Karena sejauh ini soal harga rapid test belum dikeluhkan warga yang membutuhkan. Dan kita tak bisa keluarkan sanksi bagi rumah sakit yang menolak keputusan pusat itu. Kita wait and see lah,” pungkasnya.

Advertisement

Pada berita sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Sumatera Utara dr Alwi Mujahit Hasibuan MKes menyebut banyak rumah sakit rujukan menolak kebijakan pemerintah pusat mengenai harga tertinggi rapid test. Karena biaya rapid test termurah di Kota Medan saat ini bertarif Rp250 ribu, belum lagi dengan tarif di daerah yang kemungkinan akan lebih tinggi.

Untuk diketahui, Kementerian Kesehatan keluarkan Surat Edaran yang ditandatangani Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan Bambang Wibowo per tanggal 6 Juli 2020. Di mana dalam surat resmi itu dinyatakan tarif tertinggi rapid test adalah sebesar Rp150 ribu, tidak lebih.(wol/mrz/data2)

Editor: SASTROY BANGUN