Ekonomi Penuh Ketidakpastian, Gus Irawan Dorong Pengusaha Manfaatkan Platform Marketplace

Wakil Ketua Komisi VII DPR-RI Gus Irawan Pasaribu. (Ist)
Iklan

JAKARTA, Waspada.co.id – Aggota Komisi XI DPR RI Gus Irawan Pasaribu kondisi ekonomi kini mengalami ketidakpastian. Sebab di satu sisi, Indonesia ingin memulihkan perekonomian namun di sisi lain persebaran penderita virus corona makin meningkat.

Atas kondisi itu dia menyarankan agar para pengusaha, terutama yang bergerak di skala menengah ke bawah memanfaatkan platform marketplace untuk terus menjalankan usahanya. Hal itu diungkapkannya kepada wartawan, Selasa (28/7).

Pada prinsipnya, kata dia, yang paling terimbas dengan situasi sekarang adalah usaha menengah ke bawah. “Iya usaha besar pasti terimbas lagi. Tapi penerapan standar protokol Kesehatan di warung dan dulu sempat tutup pasti mengimbas sekali pada skala bisnisnya,” kata dia.

“Di satu sisi untuk usaha kecil yang menawarkan jasa dan barang jadi berpeluang memanfaatkan marketplace atau sistem dagang online. Namun bagi pengusaha kuliner ini memang kendala berat. Memang fasilitas untuk pemesanan makan dan minum sudah bisa didelivery. Tapi tentu tidak sebanyak kalau misalnya usahanya bisa beroperasi,” kata dia.

Padahal, menurut Gus IRawan, usaha mikro, kecil dan menengah sangat berperan menggerakkan perekonomian. Untuk itu pentingnya memanfaatkan potensi ekonomi digital dan pendampingan terhadap UMKM dalam pemulihan ekonomi nasional.

iklan

Pendampingan terhadap UMKM meliputi aspek legalitas badan usaha, peningkatan kualitas produk, kualitas kemasan, sertifikasi produk, penyediaan jasa logistik, gudang dan pengiriman, serta akses terhadap pendanaan atau modal kerja.

Menurut dia, saat ini data yang ada menunjukkan jumlah pengusaha kecil yang masuk sistem online masih kecil. “Baru 8 juta-an atau sekira 12,5 persen dari total 64 juta usaha kecil yang masuk ke market place,” ungkap Gus Irawan.

Dia berharap memang ke depan pemulihan ekonomi nasional tetap memprioritaskan usaha kecil sebagai binaan. Apalagi dana pemulihan yang berjumlah Rp695 triliun harus tepat sasaran dan mendorong kembali masyarakat kembali berusaha, tuturnya.

Pemerintah mulai dari pusat sampai daerah bisa melakukan juga pendampingan dengan mensinergikan program-program pemerintah lainnya, seperti bantuan langsung tunai dan dana desa, sehingga konsumsi rumah tangga bisa naik. Menurutnya tanpa upaya merangsang konsumsi rumah tangga dan konsumsi pemerintah, UMKM akan sulit kembali bangkit.

“kita lihat sekarang kalau usaha kecil sudah buka akan sulit menerapkan protokol Kesehatan. Misalnya yang kulineran. Bagaimana mereka menyuruh pengunjung pakai masket dan hand sanitizer. Sementara yang datang hanya untuk makan. Artinya memang kembali kepada kesadaran pembeli untuk mengikuti prosedurnya. Sehingga memang upaya untuk mendorong mereka di transaksi online sangat diperlukan,” tuturnya. (wol/min/data3)

Editor: Agus Utama

Iklan