Diusir China, Staf Konsulat AS Siap Tinggalkan Chengdu

Ilustrasi Chengdu. (Istockphoto/SeanPavonePhoto).
Iklan

CHENGDU, Waspada.co.id – Staf konsulat AS di Kota Chengdu, China, sibuk membereskan barang-barang serta melepaskan atribut Amerika dari gedung pada Sabtu (25/7) waktu setempat.

Hal itu dilakukan satu hari setelah Beijing memerintahkan penutupan konsulat AS di Chengdu. Diketahui perintah penutupan dilakukan China sebagai pembalasan atas tindakan AS menutup paksa kantor konsulat Negeri Tirai Bambu di Houston, Texas.

Penutupan dilakukan karena AS menduga konsulat itu dijadikan sarang intelijen Negeri Tirai Bambu.

Batas akhir waktu bagi orang Amerika untuk keluar dari Chengdu masih belum ditetapkan. Namun, dilansir AFP, petugas kebersihan di sana sudah sibuk membawa kantong-kantong sampah hitam besar dari konsulat.

Satu kantong yang sedikit robek terlihat berisikan robekan kertas. Sekitar 10 karung sudah dikeluarkan dari gedung konsulat AS di Chengdu pada dini hari.

iklan

Tak hanya itu, seorang pekerja melepaskan lambang AS yang melingkar dari depan gedung konsulat. Hal itu membuat hanya bendera Amerika yang tersisa di sana.

Staf lain terlihat membawa troli dari dalam, membawa tong logam yang kosong. Beberapa staf yang lain membawa koper untuk membawa barang.

China menilai penutupan konsulat di Chengdu sah dilakukan untuk membalas tindakan tidak masuk akal AS; menuduh staf diplomatik mereka membahayakan keamanan.

Sementara itu, pejabat AS mengklaim mereka mencium beberapa upaya yang dilakukan staf konsulat China di Houston seperti mencuri rahasia perusahaan AS dan penelitian medis serta ilmiah.

Untuk menghindari pencurian, para diplomat China diminta meninggalkan Houston pada Jumat (24/7). Banyak petugas terlihat memasukkan dokumen dan barang-barang lainnya dalam karung-karung besar yang kemudian dilemparkan ke dalam bak sampah.

China mengecam keras tindakan dan tuduhan AS tersebut yang dinilai melanggar hukum internasional dan perjanjian kekonsuleran antara kedua negara.

Kejadian itu memperburuk hubungan kedua negara yang sesungguhnya telah memanas dalam beberapa bulan terakhir.

Ketegangan China dan AS meningkat belakangan ini. Ketegangan dipicu banyak, mulai dari perdagangan, penanganan virus corona, serta hukum keamanan baru untuk Hong Kong. (cnn/data2)

Iklan