Diduga Selewengkan ADD, Kades Sitopayan Didemo Naposo Nauli Bulung

WOL Photo

PALUTA, Waspada.co.id – Puluhan pemuda yang mengatasnamakan Naposo Nauli Bulung (NNB) Desa Sitopayan, Kecamatan Portibi, Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) berunjuk rasa di simpang jalan menuju Desa Sitopayan, Senin (13/7).

Dalam aksi ujuk rasa tersebut, Naposo Nauli Bulung Desa Sitopayan menuntut agar Kepala Desa Sitopayan transparan dalam mengelola Anggaran Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) serta tidak melakukan tindakan nepotisme dalam pengangkatan perangkat desa dan penunjukan Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD).

Ketua Naposo Nauli Bulung, Agus Irawan Siregar, yang juga koordinator aksi dalam orasinya meminta kepada Kepala Desa Sitopayan agar menjelaskan dengan rinci anggaran LKMD, PKK, LPMD, Lembaga Adat dan Naposo Nauli Bulung Desa Siyopayan tahun anggaran 2016, 2017, 2018, 2019 dan 2020.

“Kepala Desa Sitopayan agar menerangkan dengan seterang-terangnya tentang mekanisme pengangkatan dan penetapan perangkat Desa Sitopayan yang tidak pernah melakukan musyawarah dan penjaringan secara terbuka sesuai dengan Permendagri Nomor 67 tahun 2017. Di mana Kepala Desa Sitopayan diduga telah melakukan nepotisme dengan mengangkat orang-orang tertentu tanpa melalui mekanisme yang benar. Bahkan yang lebih parah lagi 60 persen masyarakat Desa Sitopayan tidak tahu siapa perangkat desanya,” ucapnya.

Agus menambahkan, sejak tahun 2016 di Desa Sitopayan tidak pernah melakukan musyawarah desa yang melibatkan seluruh pihak masyarakat melainkan orang-orang tertentulah yang diundang dalam rangka pembahasan Rencana Skala Prioritas Desa (RSPD), Rencana Kerja Pemerintahan Desa (RKPD) dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (RAPBD).

Advertisement

Apa yang terjadi di Desa Sitopayan, sebut Agus, pemerintah desa menganggap bahwa masyarakat Sitopayan ini seperti patung. Sehingga tidak adanya musyawarah secara luas atau pemilihan BPD di Desa Sitopayan ini. “Tiba-tiba seluruh anggota BPD sudah terlantik dan sampai saat ini 70 persen masyarakat Desa Sitopayan tidak tahu siapa-siapa yang menjadi anggota BPD di desa,” ketusnya.

Dalam aksi unjuk rasa yang dijaga ketat puluhan anggota personil polisi dari Polsek Padang Bolak itu, Naposo Nauli Bulung, juga turut membawa keranda mayat sebagai bentuk matinya demokrasi di Desa Sitopayan.(wol/bon/data3)

Editor: SASTROY BANGUN