Demonstran Gelar Salat Berjamaah di Tengah Aksi Penolakan RUU HIP

WOL Photo

MEDAN, Waspada.co.id – Di tengah aksi damai untuk menolak Rancangan Undang Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) yang dilakukan di depan pintu kantor DPRD Sumut, para demonstran aksi menyempatkan waktu untuk melaksanakan Salat Ashar berjamaah, Jumat (3/7).

Berdasarkan pantaun Waspada Online di lapangan, demonstran menghentikan aksinya ketika suara azan berkumandang serta menggelar sejadah yang sudah dibawa dari awal.

Lebih lanjut, usai melaksanakan salat berjamaah para demonstran melanjutkan aksinya kembali untuk menyuarakan penolakan terhadap RRU HIP.

Dalam aksi kali ini, sejumlah ormas yang ikut serta antara lain Front Pembela Islam (FPI), Forum Ulama Islam (FUI), Majelis Mujahidin Indonesia, Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam), Garuda Muda Indonesia, Pemuda Muhammadiyah, dan Pemuda Pancasila.

“Rakyat sudah aman damai dengan pancasila, ngapain diotak-atik,” ujar Presidium Front Anti-Komunis Pembela Pancasila Sumatera Utara, Indra Suheri, dalam orasinya.

Advertisement

Penolakan ini mereka lakukan karena menilai RUU HIP tersebut berpotensi memunculkan kembali paham komunis yang menurut mereka telah menimbulkan sejarah kelam Indonesia. Karena itu, mereka tegas menolaknya.

“Tidak ada tempat untuk komunis di Indonesia,” teriaknya kembali.

Di lain sisi, salah satu orator dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Masri Sitanggang, juga turut menyampaikan penolakannya dengan berorasi dalam aksi damai tersebut.

“Bagaimana caranya kita ukur sikap ketuhanan itu dengan sikap kebudayaan kita? Jadi jangan main-main dengan Tuhan,” tegas Masri

Masri juga mengatakan bahwa dengan adanya RUU HIP ini membuktikan adanya pihak yang masih ingin merubah pancasila.

“Jadi biasa teriak -teriak pancasila, ternyata dia mau merubah pancasila. Pancasila tapi dengan isinya yang berbeda,” tegas Masri.

Demikian, sampai berita ini dinaikin ribuan massa masih tetap melanjutkan aksinya.(wol/ryan/ondang/data3)

Editor: SASTROY BANGUN