Bupati Gayo Lues Terima Laporan Dugaan Kecurangan Musda II MPD

Nurhayati Sahali didampingi sejumlah Tokoh Pendidikan Gayo Lues, saat menyerahkan hasil laporan pelaksanaan dan dugaan pelanggaran Musda II MPD Gayo lues, kepada Bupati H. Muhammad Amru, di Pendopo Bupati Gayo Lues, Rabu (1/7). (WOL Photo/Bustanuddin)

BLANGKEJEREN, Waspada.co.id – Bersama sejumlah tokoh dan pemerhati pendidikan Gayo Lues, Nurhayati Sahali kembali bertemu Bupati Gayo Lues H. Muhammad Amru dan Wakil Bupati Gayo Lues H. Said Sani di Pendopo Bupati Gayo Lues, terkait dugaan cacat hukum pelaksanaan Musda II MPD Gayo Lues, Rabu (1/7).

Nurhayati Sahali yang didampingi Drs. M Jamin mantan Kadis Pendidikan Gayo Lues, H. Hardansyah S.Pd mantan Asisten II Setdakab Gayo Lues, Drs H. Hasan Basri mantan Kandepag Kabupaten Gayo Lues, serta sejumlah tokoh pendidikan lainnya. Kedatangan mereka diterima langsung oleh Bupati H. Muhammad Amru.

Setelah membacakan dan menyerahkan Laporan Pelaksanaan Musda II MPD Gayo Lues yang diduga cacat hukum, satu persatu Tokoh Pendidikan Gayo Lues tersebut mulai bicara. Pernyataan tegas langsung dilontarkan Drs M. Jamin mantan Kadis Pendidikan Gayo Lues, meminta Bupati Gayo Lues meninjau kembali hasil Musda II MPD tersebut.

Menurut Jamin, karena selaku mantan Kadis Pendidikan beliau juga ingin menyumbangkan pikiran dan kontribusinya dengan ikut berpartisipasi di Majelis Pendidikan Gayo Lues. Namun saat akan mendaftar sesuai jadwal yang diterima ternyata beliau tidak diperkenankan lagi.

Hal senada, H. Hardansyah S.Pd, yang merupakan mantan Asisten II Setdakab Gayo Lues, mengingatkan tanggung jawab maju mundurnya dunia pendidikan di Gayo Lues adalah tanggung jawab semua pihak. Terutama jajaran Dinas pendidikan Gayo Lues, dan MPD Gayo Lues merupakan motor penggerak dunia pendidikan.

Advertisement

“Jadi hendaknya persoalan Musda II MPD Gayo Lues ini jangan disikapi sebelah mata oleh Bupati, berilah ruang seluas luasnya bagi siapa saja yang ingin berkompetisi dan menyumbangkan tenaga dan pikirannya melalui MPD Gayo Lues. Bukan zamannya lagi tertutup informasi bagi publik. Hendaknya kesan tidak baik yang muncul dari Musda II MPD Gayo Lues, dapat ditindaklanjuti dan ditinjau ulang oleh Bupati Gayo Lues,” sebut Hardansyah.

Sementara, Dra. Rahmina, salah seorang pemerhati pendidikan Gayo Lues dengan tegas menyatakan, pada saat mendaftar sebagai Anggota Majelis Pendidikan Gayo Lues, dirinya mendapati situasi yang serupa, ketika akan dipilih Anggota MPD dirinya mengundurkan diri. “Karena ada kesan bahwa 13 Anggota Majelis tersebut sudah terkondisikan dan tetap diisi oleh pengurus lama, tanpa memberi kesempatan kepada mereka yang baru mendaftar, dan hal ini jelas tidak sesuai dengan Tatib Musda II MPD Gayo Lues alias cacat secara hukum,” jelasnya.

Selanjutnya, mantan Kandepag Kabupaten Gayo Lues H. Hasan Basri dan salah seorang pemerhati pendidikan lainnya H. Arifin Dahlan, juga meminta Bupati Gayo Lues dan Wakil Bupati Gayo Lues, atas nama hukum agar membatalkan hasil Musda II MPD Gayo Lues yang dinilai tidak transparan dan cacat secara hukum.

“Jika ingin berbuat untuk dunia pendidikan hendaknya saling terbuka, saling koordinasi dan memberikan masukan yang positif bagi kemajuan dunia pendidikan, bukan dengan cara tertutup dan tidak transparan,” tegasnya.

Setelah menerima laporan dan penegasan dugaan cacat hukum atas Musda II MPD Gayo Lues, dari sejumlah tokoh pendidikan tersebut, Bupati Gayo Lues H. Muhammad Amru bersama Wakil Bupati H. Said Sani dalam konferensi pers di tempat yang sama, menyatakan sesuai Tatib Musda II MPD tersebut, masih ada waktu satu bulan untuk mempelajari dan menyelesaikan setiap persoalan yang menyangkut MPD Gayo Lues.

“Jadi diharapkan semua pihak dapat bersabar baik yang terpilih maupun yang mengajukan keberatan atas hasil Musda tersebut,” ujar Amru.

Dengan tegas H. Amru mengatakan keputusan Bupati nantinya akan memberikan solusi yang tepat dan yang tidak merugikan pihak manapun, saya akan berupaya mengeluarkan keputusan yang terbaik, baik bagi dunia pendidikan, baik bagi masyarakat dan yang terbaik pula bagi para pemerhati dunia pendidikan,” tegasnya. (wol/bus/data2)

Editor: Agus Utama