Anggaran Rp2,5 Triliun Disiapkan, Ini Syarat Pesantren Dapat Bantuan

Ilustrasi (ist)
Iklan

JAKARTA, Waspada.co.id – Kementerian Agama menerima amanah berupa anggaran sebesar Rp2,599 triliun untuk membantu pesantren dan lembaga pendidikan keagamaan Islam di masa pandemi Covid-19.

Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag, Waryono, mengatakan Bantuan Operasional (BOP) itu diberikan untuk 21.173 pesantren. Jumlah ini terdiri atas 14.906 pesantren dengan kategori kecil (50-500 santri) yang mendapat bantuan Rp25 juta. Lalu, 4.032 pesantren kategori sedang (500-1.500 santri) yang akan mendapat bantuan Rp40 juta.

“Bantuan juga akan diberikan kepada 2.235 pesantren kategori besar dengan santri di atas 1.500 orang. Nilai bantuannya adalah Rp50 juta,” kata Waryono di Jakarta, Sabtu (18/7).

Selain pesantren, bantuan juga akan disalurkan sebagai BOP untuk 62.153 Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT). Masing-masing MDT akan mendapat Rp10 juta. Bantuan juga diberikan untuk 112.008 Lembaga Pendidikan Alquran (LPQ) masing-masing mendapat bantuan Rp10 juta.

“Kemenag juga berikan bantuan pembelajaran daring kepada 14.115 lembaga. Masing-masing lembaga akan mendapat Rp15 juta, namun diberikan per bulan Rp5 juta selama tiga bulan,” tuturnya.

iklan

Ditanya soal prosedur mendapatkan bantuan tersebut, Waryono menjelaskan BOP diberikan kepada pesantren dan pendidikan Keagamaan Islam yang aktif menyelenggarakan kegiatan pembelajaran serta terdaftar pada Kantor Kementerian Agama. Status terdaftar ini dibuktikan dengan Nomor Statistik Lembaga.

“BOP berbentuk bantuan uang tunai yang berasal dari DIPA Pusat/DIPA Daerah Tahun 2020,” katanya.

Menurut Waryono, BOP ini dapat digunakan untuk pembiayaan operasional pesantren dan pendidikan keagamaan Islam. Misalnya, untuk membayar listrik, air, dan keamanan. BOP juga bisa digunakan untuk pembiayaan kebutuhan protokol kesehatan, misalnya sabun, hand sanitizer, masker, thermal scanner, penyemprotan desinfektan, dan lainnya.

Prosedur mendapatkan bantuan:
1. Pengajuan bantuan dilakukan melalui usulan langsung pesantren dan pendidikan keagamaan atau organisasi yang membawahinya, dan ditujukan kepada Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kemenag/Kanwil Kemenag Provinsi/ Kantor Kemenag Kab/Kota.

2) Usulan pengajuan tertulis ditandatangani oleh pimpinan pesantren dan lembaga pendidikan keagamaan Islam atau organisasi yang membawahinya, ditujukan kepada Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dan dikirimkan ke alamat Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Ditjen Pendidikan Islam Kemenag/Kanwil Kemenag Provinsi/Kantor Kemenag Kab/Kota.

3) Nama pesantren dan lembaga keagamaan Islam yang mengajukan bantuan dimasukkan dalam daftar pemohon BOP Pesantren dan BOP Pendidikan Keagamaan Islam pada masa pandemi Covid-19.

4) Berdasarkan hasil verifikasi, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) akan menetapkan Surat Keputusan penerima BOP Pesantren dan BOP Pendidikan Keagamaan Islam pada masa pandemi Covid-19 yang disahkan oleh KPA.

Menurutnya, dana itu akan disalurkan secara langsung ke rekening pesantren dan lembaga Pendidikan Keagamaan Islam penerima bantuan dan tidak ada potongan. Bila ada oknum yang meminta fee mengatasnamakan Kemenag, diminta segera lapor ke Kementerian Agama, provinsi atau kabupaten/kota. (wol/aa/viva/data2)

editor AUSTIN TUMENGKOL

Iklan