Warga Inginkan Teuku Irwan Djohan Maju Pilkada Aceh Besar 2022

Teuku Irwan Djohan (ist)

Aceh Besar, Waspada.co.id – Pembangunan di Aceh Besar dinilai sangat lamban di bawah pimpinan Mawardi Ali. Warga Aceh Besar ingin ada pemimpin baru yang mampu membawa Aceh Besar bangkit dari keterpurukan.

Dari sekian nama yang muncul, nama Teuku Irwan Djohan menjadi yang paling banyak diperbincangkan warga Aceh Besar di warung kopi.

Sebagai putra asli Aceh Rayeuk, Irwan Djohan memiliki basis suara yang sangat potensial untuk menjadi Jantho 1.

Ayah beliau, Almarhum Teuku Djohan mantan Wagub Aceh adalah tokoh kelahiran Gampong Tanoh Abee, Kecamatan Seulimeum Aceh Besar.

Melihat kondisi terkini peta politik Aceh Besar, Irwan Djohan berpotensi mengalahkan Incumbent yang sudah terpecah.

Advertisement

Irwan hanya mendapat suara 2971 di Aceh Besar pada Pileg 2019 lalu, ini lantaran Partai Nasdem mengalami masa suram di Aceh Besar. Bayangkan dari posisi wakil ketua DPRK Aceh Besar, hanya tersisa 1 kursi Nasdem.

Namun usai Pilpres, nama Nasdem kembali harum usai secara terbuka menyatakan siap mendukung Anies Baswedan di Pilpres 2024.

Sosok Musa Bintang, tokoh Aceh Besar akan menjadi salah satu pimpinan timses lantaran Musa Bintang adalah pengurus Nasdem pemilik suara kedua terbanyak di Dapil 1, dan akan menggantikan Irwan Djohan melalui jalur PAW.

Yang unik, Musa Bintang cukup dekat dengan bupati saat ini, Musa Bintang akan bimbang, alias simalakama. Disatu sisi mempertimbangkan partai, sisi lainnya hubungan baik dengan Mawardi Ali. Tapi Irwan Djohan punya cara untuk memenangkan Pilkada Aceh Besar.

Tim medsos Irwan Djohan dikenal sangat militan di dunia maya. Sehingga mendapat julukan dari Ketua Bappilu Partai Hanura Aceh, M. Fauzan Febriansyah sebagai ‘ Wali Kota Facebook’.

Bicara Pilkada, jika Irwan Djohan mengambil Waled Husaini, sebagai Wakil, hampir dipastikan suara santri dan dayah akan mengalir ke pasangan ini .

Waled Husaini dikabarkan tidak akan berduet dengan Mawardi Ali setelah munculnya konflik panas antara keduanya.

Ini moment terbaik bagi Irwan Djohan untuk bergerak cepat melobi Waled Husaini jelang Pilkada 2020.

Namun sayangnya Nasdem hanya memiliki 1 kursi di DPRK, sedangkan PDA 4 kursi. Koalisi keduanya belum cukup untuk mengusung bakal calon. Keduanya harus melobi parpol lain.

Irwan Djohan berpeluang besar menang di Aceh Besar daripada maju di Pilkada Banda Aceh. Sosok Incumbent Aminullah Usman yang belum genap 3 tahun menjabat namun sudah banyak terobosan di sektor UMKM, pelayanan publik, jasa dan pariwisata kota, hampir dipastikan maju kembali di Pilkada Banda Aceh 2022.

Harus diakui, sulit mengalahkan Aminullah Usman, karena sosoknya yang sangat low profile di Banda Aceh. Jika Irwan cerdas, dirinya harus segera mempersiapkan tim di Aceh Besar. Pilkada sudah didepan mata. Melobi Mualem untuk mendapatkan dukungan PA sangat mungkin, sebelum PA memutuskan calon sendiri. Jangan lamban.

Warga Aceh Besar tentu ingin adanya perubahan. Kita sering melihat di medsos, postingan sampah yang berserakan di Aceh Besar. Jalan besar ditanami pohon pisang oleh warga, tidak meratanya pembangunan, drainase buruk memyebabkan banjir parah , konflik kepala daerah dan wakil, ini lebih dari cukup menjadi alasan kuat warga Aceh Rayeuk, inginkan pemimpin baru di 2022.

Irwan Djohan adalah solusi terbaik bagi pembangunan Aceh Besar masa depan. (wol/drs/data2)

Editor: M Agus Utama