Wagubsu Optimis Sumut Swasembada Bawang Merah

foto: Biro Humas dan Keprotokolan Setda Provsu

TIGAJUHAR, Waspada.co.id – Dalam upaya merealisasikan swasembada pangan, khususnya pada komoditi bawang merah di Sumatera Utara, Wakil Gubernur Sumut (Wagubsu) Musa Rajekshah meninjau lahan tanaman bawang merah di Desa Liang Pematang, Kecamatan Tigajuhar, Kabupaten Deliserdang, Minggu (7/6) lalu.

“Kita datang ke Desa Liang Pematang ini karena mendengar banyak menghasilkan bawang merah. Masyarakat desa ini hampir rata-rata menanam bawang merah yang harganya tinggi di pasar. Kita mau lihat potensi lahan di sini. Kalau memungkinkan seperti ini, kita bisa kembangkan tanaman bawang merah lebih banyak lagi,” ujar Wagub.

“Kita yakin dan optimis karena memang tujuan visi pembangunan Bapak Edy Rahmayadi dan saya sebagai wakilnya, salah satunya mendongkrak pertanian Sumut dan kita yakin kehadiran pemerintah membantu keperluan masyarakat. Saya yakin ini bisa berhasil,” tutur pria akrab disapa Ijeck itu.

Saat peninjauan, Ijeck pun cukup kagum dengan hasil bawang merah yang menjadi komoditi unggulan dari daerah tersebut. Ijeck mengapresiasi tanaman bawang bisa ditanam hingga tiga kali dalam setahun.

Melihat kondisi lapangan, Ijeck optimis Sumut bisa meningkatkan panen bawang merah di Sumut. Apalagi, Sumut memiliki banyak daerah yang berada pada ketinggian 700 mdpl, yang bagus untuk pengembangan tananam bawang merah.

Advertisement

“Kita mau peningkatan panen bawang merah supaya swasembada pangan khususnya bawang serta ketahanan pangan kita juga bisa teratasi untuk tahun-tahun berikutnya. Apalagi suasana Covid-19 ini kita tahu banyak daerah menutup atau memperketat hasil-hasil bumi dari daerahnya. Melihat situasi itu, kita juga harus persiapan ke depan,” jelas Ijeck.

Kepala Desa Liang Pematang, Bahagia Tarigan, mengapresiasi kehadiran Wagubsu ke desanya. Dari penuturan kepala desa, sebelumnya Gubsu juga sudah pernah mengunjungi Desa Liang Pematang.

“Mungkin di sinilah salah satu titik tempat kita belajar agar bisa kita mengembangkan di desa/wilayah yang lain untuk mencukupi kebutuhan pangan, khususnya bawang merah untuk Sumatera Utara,” jelas Bahagia.

Dijelaskan, sudah sejak dulu desanya menjadi salah satu lumbung penghasil bawang merah. Untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas bawang merah, seluruh warganya diajak terus mengembangkan ilmu menanam bawang merah. Terbukti saat ini masyarakat sudah bisa menanam bawang merah hingga tiga kali dalam setahun.

Wakil Ketua Dewan Riset Daerah Sumut, Tohar Suhartono, juga optimis dengan rencana Wagubsu mengenai pengembangan potensi bawang merah serta melihat potensi lain yang bisa dikembangkan bersamaan dengan bawang merah. (wol/aa/data2)

editor AUSTIN TUMENGKOL