Sesuai Perkiraan, New Normal Mulai Ciptakan Keseimbangan Harga Pangan

Foto: Ekonom Sumut, Gunawan Benjamin (Ist)

MEDAN, Waspada.co.id – Hari ini awal pekan pertama setelah pemberlakuan new normal, terpantau aktifitas masyarakat sudah mulai mengalami peningkatan.

Mobilitas masyarakat sudah mulai terjadi, dan sesuai ekspektasi mulai terjadi keseimbangan harga pangan di sejumlah pasar tradisional di kota medan. Harga cabai mulai mengalami kenaikan, sementara harga bawang merah mulai menunjukan penurunan harga.

Ekonom Sumut, Gunawan Benjamin menuturkan bahwa tren perkembangan harga ini sesuai dengan ekspektasi kita sebelumnya.

“Di mana PSBB yang diberlakukan di sejumlah daerah memicu terjadinya gangguan pasokan persediaan bahan pokok di kota medan. Sebagai gambaran harga bawang merah yang di minggu kemarin dijual dikisaran 55 ribu per kilo gramnya, saat ini harganya turun dikisaran 45 – 50 ribu per kilo gramnya,” tuturnya, Senin (8/6).

Di sisi lain, harga cabai merah dan rawit yang sebelumnya di hampir banyak pedagang dijual dikisaran 10 ribu hingga 15 ribu per kilo. Saat ini harganya mulai mengalami kenaikan di angka 16 ribu per kilo gramnya. Sementara itu, harga cabai merah juga mulai mengalami kenaikan 50 persen setelah sempat terpuruk dikisaran 12 ribuan per kilogram.

Advertisement

“Saat ini cabai merah dijual dikisaran harga 18 ribuan per kilo gram. Untuk gula pasir juga sama, setelah sempat bertahan dikisaran 15 hingga 17 ribu. Sekarang harga gula pasir memang masih bervariasi. Namun harganya sekarang turun dalam rentang 13 ribu hingga 15 ribu per kilo gramnya. Bawang putih juga demikian, sebelumnya sempat dikisaran 28 ribuan, saat ini harganya sudah turun dalam rentang 20 ribu hingga 25 ribu per kilo gram,” katanya.

Tren perkembangan harga kebutuhan pokok ini memang menjadi salah satu indkator ekonomi yang memang sedari awal sangat dipengaruhi oleh pandemi corona. Kita terus melakukan pemantauan dan memang selama pandemi ketidakseimbangan pasar itu memang terus terjadi. Dan yang paling dirugikan selama pandemi adalah peternak serta petani.

“Kita berharap akan tercipta keseimbangan baru terkait di pasar setelah sekema ini diberlakukan. Dan yang tak kalah penting masyarakat bisa mengikuti protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah. Jangan sampai skema new normal yang sudah mulai menunjukan hasil bagi aktifitas ekonomi masyarakat justru memicu terjadinya penyebaran corona yang tak terkendali,” ungkapnya.

“Kami juga akan terus melakukan pemantauan terkait dengan perkembangan ekonomi selanjutnya. Dan kita harapkan kedepan tidak ada masalah serius yang terjadi diluar ekspektasi. Keraguan saat ini hanyalah datang dari potensi-potensi penyebaran covid 19 yang bisa membuyarkan ekspektasi selanjutnya. Untuk itu masyarakat disarankan pro aktif,” tandasnya.(wol/eko/data3)

Editor: SASTROY BANGUN