Sambut Tahun Ajaran Baru, Kemendikbud Luncurkan Seri Webinar Guru Belajar

Peluncuran Seri Webinar Guru Belajar (Foto: Dok.Kemendibud)
agregasi

JAKARTA, Waspada.co.id – Memasuki tahun ajaran baru di masa pandemi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) meluncurkan Seri Webinar Guru Belajar : Adaptasi Pembelajaran Masa Pandemi. Peluncuran Seri Webinar yang membahas pembelajaran masa pandemi ini disiarkan langsung di kanal YouTube Ditjen GTK Kemendikbud RI serta diikuti oleh ribuan peserta melalui aplikasi Zoom pada Senin (29/6).

Program ini diselenggarakan secara berkelanjutan selama satu bulan ke depan dan akan membahas tema-tema dan menghadirkan narasumber dari kalangan guru, akademisi, praktisi, unsur Pemerintah Daerah, dan pemangku kepentingan lainnya.

Seri Webinar Guru Belajar ini ditujukan untuk guru, kepala sekolah, pengawas sekolah, widyaiswara, orangtua/wali murid dan para insan pendidikan. Tujuan dari diselenggarakannya program ini dapat menghidupkan ruang diskusi dan mewarnai ruang pembelajaran para guru di masa pandemi Covid-19.

Peluncuran Seri Webinar Guru Belajar ini dihadiri oleh pembicara utama Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Iwan Syahril. Selain itu, Webinar ini juga diisi oleh pembicara lainnya, seperti Sekretaris Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Nunuk Suryani, Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Praptono, Plt. Direktur Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Anak Usia Dini Abdoellah, Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar Rachmadi Widdiharto, Direktur Pendidikan Profesi dan Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan Santi Ambarrukmi.

Dalam sambutannya, Sekretaris Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan GTK Nunuk Suryani mengatakan bahwa kegiatan Seri Webinar ini merupakan upaya menyambut tahun ajaran baru yang berlangsung di tengah pandemi Covid-19.

Advertisement

“Memasuki tahun ajaran baru, kita harus bersiap untuk menyiapkan seluruh kondisi sebaik mungkin sehingga kita siap mendampingi seluruh peserta didik kita menyambut tahun ajaran baru yang akan datang,” imbuhnya.

Nunuk mengungkapkan, dalam menyambut tahun ajaran baru ini 4 kementerian telah mengeluarkan surat edaran. Dimana dalam surat edaran tersebut memberikan petunjuk, larangan dan tata cara menyelenggarakan pembelajaran pada tahun ajaran yang akan datang.

Untuk merespon hal tersebut, Dirjen GtK memiliki tanggung jawab untuk memfasilitasi, berbagi, dan bergotongroyong untuk memberikan dan menjawab kebutuhan para insan pendidikan dalam segala hal yang dibutuhkan dalam persiapan menjelang pembelajaran yang akan datang.

“GTK meluncurkan program Seri Webinar, yang mana ini seri pertama ini menjadi penentu jika sambutan dari masyarakat belum berhasil menjawab kebutuhan mereka dan insan pendidikan, maka kami akan luncurkan seri –seri berikutnya,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Iwan Syahril mengatakan, saat menghadapi pandemi Covid-19 ini, semua bidang, khususunya bidang pendidikan mengalami masa-masa yang sulit.

Dia menjelaskan berdasarkan data lebih dari 1,3 miliar murid harus belajar dari rumah. Ini disebabkan karena instansi pendidikan menutup kegiatan belajar mengajar dalam upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di dunia pendidikan.

Lebih lanjut dia mengatakan bahwa kondisi seperti ini tidak lah mudah. Maka, untuk merespon tantangan ini, Kemendikbud melalui Dirjen GTK mengadakan Seri Webinar Guru Belajar. “Tujuan inti dari Seri Webinar Guru Belajar adalah untuk menghimpun seluruh energi positif dalam merespon tantangan-tantangan saat ini sehingga kita semua merasa berdaya kemudian kita mau memperdayakannya yang lainnya,” tuturnya.

Dalam merespon tantangan di masa pandemi ini, Iwan mengatakan ada tiga kata kunci, yakni belajar dan berbagi, gotong royong dan fokus pada murid. Untuk kata kunci pertama dia menjelaskan belajar dan berbagi merupakan satu kata yang saling berkaitan, karena dalam menghadapi situasi seperti ini kita harus banyak belajar dan harus saling berbagi dengan apa yang kita miliki kepada yang lain.

Selanjutnya, dalam menghadapi situasi seperti ini kita harus memperkuat semangat gotong royong. Semangat ini merupakan filosofi yang telah diajarkan para leluhur bangsa ini yakni saling membantu dalam upaya menyelesaikan masalah yang kita hadapi.

“Di kondisi saat ini kita harus fokus pada murid. Apa yang kita lakukan dari program, kebijakan sampai di lapangan tujuannya adalah mengatasi masalah belajar yang dihadapi oleh murid,” pungkasnya.