Sabrina: Transformasi Digital Penting Hadapi New Normal

foto: Biro Humas dan Keprotokolan Setda Provsu

MEDAN, Waspada.co.id – Penerapan New Normal sebagai gaya hidup baru di tengah pandemi Covid-19 membutuhkan penyesuaian di berbagai sektor. Pelayanan publik sebagai salah satu sektor yang banyak berurusan dengan masyarakat diimbau adaptasi dan pembenahan.

Hal ini diutarakan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara (Sekdaprovsu), Dr Hj R Sabrina, saat mengikuti webinar “Menyongsong New Normal dalam Penyelenggaraan Pelayanan Publik” yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB), Rabu (3/6).

“Salah satu langkah penting adalah transformasi digital. Prinsipnya tetap produktif dalam beraktivitas, tetapi memperhatikan protokol kesehatan untuk menekan penyebaran Covid-19. Inilah alasan pelayanan berbasis digital ini penting karena mengurangi tatap muka, tetapi pelayanan kepada masyarakat tetap lanjut,” ujar Sabrina.

Sabrina kembali menekankan agar SDM di sektor pemerintahan senantiasa meningkatkan kemampuan IT. Selain tentunya dibarengi dengan melengkapi perangkat-perangkat digital, SDM sebagai personil menjadi kunci utama suksesnya pelayanan berbasis digital tersebut.

Lebih lanjut, Sabrina menjelaskan saat ini semua OPD Pemprovsu telah diminta untuk menggodok konsep terkait penerapan New Normal untuk nantinya dibahas dan menghasilkan kebijakan.

Advertisement

“Tetapi bagaimanapun, New Normal ini kan kebijakan nasional. Penerapannya kita tetap harus mengikuti arahan pusat,” kata Sekdaprovsu dari Posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Sumut, Jalan Sudirman Medan.

Deputi Bidang Pelayanan Publik Kemenpan RB, Diah Natalisa, menyampaikan tujuan pelaksanaan webinar untuk sosialisasi penerapan protokol tatanan normal baru yang produktif dan aman di sektor pelayanan publik di tengah pandemi Covid-19.

“Protokol tatanan normal baru sebagaimana disampaikan oleh Bapak Presiden menekankan pada perspektif produktivitas dan keamanan. Artinya, produktif kembali beraktivitas sehingga perekonomian dapat bergeliat. Kemudian, aman artinya senantiasa menjalankan protokol kesehatan,” jelasnya.

Secara khusus dalam penyelenggaraan pelayanan publik, kata Diah, adalah pemberian pelayanan yang semakin diarahkan pada daring. Selain itu, perlu penyederhanaan proses bisnis serta penyesuaian standar pelayanan publik. Di sisi lain, pelayanan yang masih memerlukan tatap muka diminta memperketat protokol kesehatan.

Narasumber webinar meliputi peneliti senior LIPI Prof Dr R Siti Zuhro membahas Pelayanan Publik Era New Normal: Kepala Daerah Sebagai Inovator, Direktur Eksekutif APINDO Danang Girindrawardana (topik: Harapan Publik Terhadap Pelayanan Publik di Era New Normal), Bupati Bayuwangi Abdullah Azwar (topik: Strategi Menuju Fase New Normal), dan Wali Kota Surakarta Hadi Rudyatmo.(wol/aa/data2)

editor AUSTIN TUMENGKOL