Prabowo Disebut Setuju Jadi Ketum Gerindra Lagi

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto (Okezone.com/Arif)

JAKARTA, Waspada.co.id – Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Gerindra Sugiono mengatakan Prabowo Subianto siap melanjutkan tugasnya menjadi Ketua Umum dan Ketua Dewan Pembina periode 2020-2025. Hal itu sesuai dengan kehendak seluruh petinggi Dewan Pimpinan Daerah (DPD).

Sebelumnya, lewat Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) pimpinan 34 DPD Gerindra menghendaki Prabowo kembali menjabat sebagai Ketua Umum dan Ketua Dewan Pembina.

“Beliau menerima permintaan para pengurus DPD tersebut,” kata Sugiono lewat pesan singkat, Jumat (5/6).

Sugiono mengatakan Prabowo juga setuju dilaksanakan Kongres sesuai dengan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) partai pada tahun ini. Kongres tersebut merupakan momen pemilihan Ketua Umum untuk periode 2020-2025.

Selain itu, lanjutnya, Prabowo pun berharap kader-kader muda Gerindra mempersiapkan dan terus menempa diri. Tentu untuk melanjutkan kepemimpinan partai di masa yang akan datang.

Advertisement

“Beliau juga berpesan agar kesatuan dan kekompakan yang selama ini tercipta selalu dijaga,” kata Sugiono.

Diketahui, Sugiono merupakan salah satu orang dekat Prabowo. Dia hampir selalu hadir mendampingi Prabowo saat menghadiri kegiatan partai. Sugiono juga merupakan anggota Komisi I DPR fraksi Gerindra. Pada Pilpres 2019 lalu, Sugiono dipercaya menjabat sebagai Direktur Kampanye.

Sebelumnya, Gerindra menggelar Rapimnas virtual pada Kamis malam (4/6). Seluruh petinggai DPD Gerindra di 34 provinsi mengikuti Rapimnas yang baru selesai hingga sekitar pukul 01.45 WIB dini hari.

Hasil Rapimnas menyatakan bahwa seluruh petinggi DPD Gerindra menghendaki Prabowo Subianto kembali menjabat sebagai Ketua Umum dan Ketua Dewan Pembina periode 2020-2025.

Terpisah, Wakil Ketua Umum Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengatakan para kader menginginkan Prabowo kembali menduduki pucuk pimpinan partai demi kesuksesan pemilu 2024 mendatang. Terlebih, sejauh ini telah ada wacana revisi UU No. 7 tahun 2017 tentang Pemilu.

Wacana yang berkembang adalah menaikkan ambang batas parlemen atau parliamentary threshold, dari 4 persen hingga 5 persen. Bahkan NasDem sempat mengusulkan dinaikkan hingga 7 persen.

“Di tengah-tengah munculnya ide untuk menaikkan parliamentary treshold dalam Pemilu 2024 dan menyongsong pilkada, seluruh komponen daerah Gerindra meminta Prabowo untuk memimpin perjuangan tersebut,” kata Dasco kepada wartawan, Jumat (5/6). (cnnindonesia/ags/data3)