Polisi Akan Jemput Paksa Fery Kiteng Oknum Wartawan Kasus UU ITE

(foto: istimewa)

STABAT, Waspada.co.id – Penyidik Sat Reskrim Polres Langkat akan menjemput paksa, Fery Syahputra alias Fery Kiteng oknum wartawan terlapor kasus UU ITE, jika mangkir.

“Pemanggilan pertama terhadap Fery Kiteng pada Senin (8/6) mendatang. Penyidik akan mengkonfrontir rekaman video penghinaan yang dilakukan terlapor terhadap Kepala Desa Sei Bamban, Ahmady alias Jojon,” kata, Kasat Reskrim Polres Langkat, AKP Teuku Fathir, Sabtu (6/5).

Diketahui, dalam video yang telah diunggah di media sosial (medsos-red) Fery Kiteng menghina dan memaki Kepala Desa Sei Bamban, Ahmady alias Jojon, terkait bantuan sosial Covid-19 kepada masyarakat yang dinilai tidak tepat sasaran.

Tidak hanya memaki dan menghina Ahmady, Fery Kiteng juga membawa-bawa nama Densus 88 dan seluruh wartawan yang bertugas di Kabupaten Langkat.

“Sudah gelar perkara dan kasus ini sudah naik ke tahap penyidikan,” kata Kasat Reskrim Polres Langkat, Fathir.

Advertisement

Di singgung apakah Fery Kiteng bakal ditetapkan sebagai tersangka, Fathir mengaku masih fokus memintai keterangan sejumlah saksi.

Hanya saja, ia memastikan bahwa Sat Reskrim Polres Langkat akan tetap melanjutkan kasus ini. Terlebih sudah banyak laporan yang diterima bahwa Fery Kiteng sering buat onar, meresahkan, bahkan kerap memposting informasi provokatif di media sosial.

“Dalam video itu ada menyinggung Densus 88 dengan kalimat yang tidak pantas. Memang kami juga dengar banyak pihak terganggu dengan perbuatannya,” sebutnya.

Sementara itu, Fery Kiteng, saat dikonfirmasi membantah tuduhkan terhadap dirinya itu tidak benar. “Enggak ada bang. Enggak ada itu,” pungkasnya. (wol/lvz/data2)

Editor: SASTROY BANGUN